Connect with us

Kriminal

Waspada! Modus Penipuan Baru Sasar Pondok Pesantren dan Sekolah

Tayang

-

Oleh

Waspada! Modus Penipuan Baru Sasar Pondok Pesantren dan Sekolah

CEKLISDUA.CO, SERANG – Kejahatan penipuan akhir-akhir ini marak dilakukan dengan menggunakan teknologi siber. Modus penipuan tersebut terjadi di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Serang,
Ada empat orang wali santri di pondok yang pengurus ponpes tersebut kurang berkenan disebutkan nama dan alamatnya, yang sudah menjadi sasaran penipuan. Tiga orang lolos dari penipuan sedangkan satu orang yang terkena tipu.

Modus yang diduga dilakukan komplotan penipu itu dengan cara menghubungi orangtua murid/santri. Seperti yang menimpa salah satu orangtua wali santri, AL. kepada Ceklisdua.co ia mengungkapkan, bahwa korban yang tertipu mendapat telpon dari seseorang yang mengaku dari pihak pondok, pada Sabtu (4/9/2021).

AL menyampaikan informasi bahwa anak korban (adik-red) mengalami kecelakaan dan ditelpon secara berantai untuk membuat panik dirinya.

“Awalnya saya mendapat telpon yang mengaku dari pondok pesantren tempat adik saya mondok, katanya adik saya mengalami kecelakaan tertusuk matanya, kemudian dia mengatakan akan di telpon tim medis yang membawanya dengan ambulance,” katanya.

“Benar saja tidak lama ada nomor baru yang mengubungi saya mengaku petugas kesehatan, orang yang mengaku petugas itu mengatakan supaya pasien dibawa ke Rumah Sakit, setelah itu selulernya dimatikan. Selang beberapa menit ia mendapat telpon mengaku sebagai dokter yang menangani, adiknya menyarankan bahwa katanya harus beli alat untuk operasi mata adiknya, karena di rumah sakit tidak ada,” sambung AL.

Masih kata AL, dirinya tidak menyadari kalau sedang ditipu secara sistematik.

“Saya tidak menyangka kalau itu akan menipu, karena dia tau nomor saya, mama saya, nama adik saya, jadi saya percaya dan tidak curiga sama sekali. Sampai akhirnya saya mentransfer uang Rp 1 juta. Saya heran dari mana dia mendapat informasi data sedetail itu,” ujar AL.

Pengurus Ponpes yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian itu, karena beberapa kali dirinya dihubungi wali santri untuk menanyakan perihal anaknya. dan hasilnya memang tidak pernah terjadi apapun seperti yang dikatakan penipu tersebut.

“Beberapa kali wali santri menanyakan keadaan anaknya lewat panggilan suara dan saya berikan langsung kepada anaknya biar jelas. Saya mengimbau kepada pihak Kepolisian agar segera mengusut dan menemukan komplotan penipu ini, sepertinya para penipu ini mencuri data dari Dapodik, karena data yang dipakai menipu sangat akurat dan orang tidak akan curiga. Juga saya berpesan kepada masyarakat agar hati-hati menghadapi hal seperti itu, agar tidak terulang ditempat lain,” imbaunya. (jaka/ceklisdua)

Advertisement