Connect with us

Seputar Banten

Waduh! Sampah Industri Dibuang Dekat Pemukiman Warga

Jaka Purwanta

Tayang

-

Laporan

Wow! Sampah Industri Dibuang Dekat Pemukiman Warga

CEKLISDUA.CO – Tumpukan sampah menggunung di tanggul penahan banjir sungai Ciujung dekat pemukiman warga, tepatnya di Kampung Tambak Pasir RT 002 RW 001 Desa Tambak Kecamatan Kibin Kabupaten Serang.

Dari pantauan Ceklisdua.co, sampah tersebut adalah sampah industri dari perusahaan terdekat di Desa tersebut. Setiap harinya tidak kurang dari 4 armada truk engkle membuang sampah di tempat tersebut.
Dari keterangan yang dihimpun warga setempat, bahwa sampah-sampah tersebut disortir untuk dimanfaatkan sebagian warga, diambil material sampah seperti plastik kardus dan barang-barang lain yang bernilai jual.

Warga setempat lainnya mengeluhkan adanya pembuangan sampah di dekat pemukiman tersebut. Seperti yang dikeluhkan salah satu warga.

“Sampah ini berasal dari pabrik sekitar, banyak sisa dari sampah yang tidak tersortir yang akhirnya menumpuk, selain merusak lingkungan karena banyak sampah yang tidak terurai juga menimbulkan bau dan pemandangan yang kurang sedap.” Ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (15/03/2021).

“Saya kurang paham siapa awalnya yang mengijinkan pembuangan sampah ditempat kami, saya berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait masalah sampah di tempat kami,” sambungnya.

Baca juga: DLHK Sikapi Keluhan Warga Terdampak Bau dari Aktivitas Peternakan Sapi TUM

Ketua Karang Taruna Desa Tambak, Udin, menanggapi masalah sampah yang dibuang dekat pemukiman warga. Menurut dia, wilayahnya bukan tempat pembuangan sampah, sudah biasa dimana ada pembuangan sampah selalu ada yang jadi profesi pemulung, tapi menjaga lingkungan tetap harus diutamakan.

“Jangan karena alasan mencari penghasilan mengabaikan lingkungan hidup, kita nanti punya anak cucu yang akan meneruskan kehidupan di Desa Tambak, jangan dikotori dengan sampah,” tegas Udin.

Hingga berita ini ditayangkan Ceklisdua.co, Kepala Desa Tambak saat dikonfrimasi melalu pesan whatsappnya belum merespon terkait sampah di wilayahnya.

Editor: Eful SA