Connect with us

Peristiwa

Video Tumpukan Limbah Medis di Beberapa Puskesmas, Begini Tanggapan Dinkes Kabupaten Serang

redaksi

Tayang

-

Laporan

video viral tumpukan limbah medis di beberapa puskesmas, begini tanggapan dinkes kabupaten serang
Tangkapan layar dari video limbah Puskesmas.

SERANG – Video tumpukan limbah medis yang diduga dari beberapa Puskesmas di wilayah Kabupaten Serang, langsung mendapatkan tanggapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp mengatakan, terkait dengan persoalan limbah medis silahkan berkordinasi dengan bidang atau seksi terkait.

“Untuk pengelolaan limbah medis puskesmas, mohon konfirmasi terlebih dahulu ke bidang atau seksi teknis terkait, yaitu kesling atau binwasfaskes,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kasi Kesling) Dinkes Kabupaten Serang, Dharma, yang ditemui diruang kerjanya menjelaskan, mengenai video tumpukan limbah medis di beberapa puskesmas tersebut, diakuinya itu video beberapa bulan yang lalu.

“Itu video sudah lama, kira-kira sudah beberapa bulan yang lalu, dalam video, adanya tumpukan limbah Medis tersebut sudah sesuai SOP yang mana alat jarum suntik bekas pakai ada didalam safety box yang kemudian dimasukan kedalam kantong plastik dan ditaruh pada ruangan khusus penyimpanan limbah medis,” jelas Dharma didampingi stafnya Wandi.

Video Viral Tumpukan Limbah Medis di Beberapa Puskesmas

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Serang, Dharma.

Menurut Dharma, semua Puskesmas sudah bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Wahana Pamunah Lingkungan Industri (PT WPLI) yang berada di Jawilan. Sehingga terkait dengan pengangkutan dan pengelolaan limbah medis tanggung jawab dari PT WPLI.

“Semua Dokter, Puskesmas, Perawat dan Bidan yang ada di UGD, sanitarian dan Office Boy sudah dilatih tentang pengelolaan limbah sesuai SOP, Puskesmas sudah ada, kalaupun penghancur jarum suntik itu harganya lumayan mahal. Mungkin Dinas belum bisa mendanai ,” kata dia, sambil menyodorkan bukti perjanjian kerjasama antara pihak Dinkes Kabupaten Serang dan PT WPLI tentang pengelolaan limbah B3. Senin kemarin (14/12/2020).

Sementara itu, Anas, Sekretaris Daerah LSM Gerak Indonesia DPD Provinsi Banten ditempat terpisah menagatakan, segala sesuatu berbentuk pengelolaan limbah berbahaya, B3, haruslah dapat memperhatikan hal-hal yang spesifik. Selain mengenai pedoman juklak juknis dan pedoman pelaksanaannya, dari mulai pengumpulannya, tata cara pengangkutan hingga bagaimana pengolahannya.

“Yang mesti diperhatikan adalah, bagaimana dengan pengawasan dan pengendalian limbah medis yang dihasilkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya seperti Praktek Dokter, Bidan, dan Klinik Umum serta Swasta di Wilayah Kabupaten Serang,” ujar Anas. Rabu (16/12/202).

Untuk diketahui, surat perjanjian kerjasama antara pihak Dinkes dan PT WPLI yang beralamat di Jalan Raya Rangkasbitung, Desa Parakan Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang itu, tertulis pada tanggal 29 Juni 2020, sementara video yang beredar menurut informasi sekitar bulan Agustus lalu.