Connect with us

Kriminal

Tambang Pasir Ilegal di Lebak, di Gerebek Polisi

Tayang

-

Oleh

tambang pasir ilegal di lebak, di gerebek polisi

LEBAK – Anggota Polres Lebak menggerebek aktivitas tambang galian C ilegal di Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Rabu (16/12/2020) malam.

Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan tiga penambang pasir ilegal dan dua unit mobil tronton berisi pasir hasil tambang.

Diketahui perusahaan tambang pasir kuarsa tersebut diketahui milik PT SAM yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

Sebelumnya, pihak Polres Lebak telah menyegel lokasi tambang tersebut pada Selasa (15/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun rupanya pihak Unit Tipiter Satreksrim Polres Lebak mendapati informasi ada aktivitas penambangan kembali di lokasi dan merusak garis polisi.

Untuk itu pihaknya langsung bergegas datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan kembalinya aktivitas tambang galian C tersebut.

Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PPP, Musa Weliansyah menyebutkan berdasarkan laporan masyarakat yang ia terima dan langsung melakukan pengaduan ke pihak kepolisian.

“Saya mendapatkan informasi dari warga bahwa adanya kegiatan produksi kembali dengan menerobos garis polisi oleh pihak tambang,” katanya melalui pesan Whastapp pada Kamis (17/12/2020).

“Kebetulan saya ikut hadir mendampingi saat pengerebekan di lokasi tambang milik PT Sinar Alam Manggu,” ucapnya.

Dari penelusuran di lokasi kata dia, polisi mengamankan tiga orang kepercayaan perusahaan yakni sekretaris, dan dua orang operator ekskavator.

“Polisi juga mengamankan barang bukti, dua unit mobil tronton berisi pasir hasil tambang,” katanya.

Selain itu, pihak Polres Lebak juga melakukan penyegelan pada beberapa alat produksi tambang. Diantaranya seperti pompa, tanki BBM, dan ekskavator.

Musa menilai bahwa hal ini merupakan persoalan serius, sebab pada Selasa kemarin baru dipasang police line, dan malam ini mereka sudah berani membuka untuk kembali produksi.

“Saya kira ini persoalan serius. Bentuk pelecehan pihak perusahaan PT SAM terhadap Institusi Polres Lebak,” tegasnya.
Ia menegaskan, dengan kejadian ini dirinya berharap agar Polres Lebak mengusut tuntas orang yang terlibat di perusahaan tersebut.

“Saya berharap kepada Polres Lebak untuk mengusut tuntas siapapun yang terlibat didalam perusahaan tambang ilegal PT SAM ini. Agar mereka segera ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Menurutnya, sudah tidak ada lagi alasan bagi Polres Lebak untuk tidak menetapkan pihak perusahaan sebagai tersangka.

“Sebab, sudah jelas secara terang-terangan melakukan pelanggaran dengan menerobos garis polisi yang dipasang Polres Lebak,” ucapnya.

Musa menuturkan perusahan atau perorangan itu bisa dijerat dengan Undang Undang nomor 4 tahun 2009 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba.

Sementara hingga berita ini turunkan, wartawan tribunbanten.com sudah mencoba untuk mengkonfirmasi Kasatreskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma, namun belum mendapatkan respon terkait pengamanan dan penyegelan tersebut.

Sumber : TribunBanten

Advertisement