Connect with us

Seputar Banten

Soal Sertifikat PTSL Hartati, BPN Serang Minta Pihak Desa Singarajan Berikan Klarifikasi

Sn Adhi

Tayang

-

Laporan

Soal Sertifikat PTSL Hartati, BPN Serang Minta Pihak Desa Singarajan Berikan Klarifikasi

CEKLISDUA.CO – Pihak ATR/BPN Kantor Pertanahan Serang menanggapi pemberitaan terkait persoalan kepastian hukum sebidang tanah atas nama Hartati pada pemberitaan sebelumnya, (Baca: 3 Tahun Menanti, Sertifikat PTSL Hartati Tak Kunjung Selesai).

Kepala Kantor Pertanahan Serang melalui Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Tardi, saat ditemui diruangannya mengatakan, bahwa perihal itu terdapat suatu kesalahpahaman, apalagi terkait pada berkas permohonan pengajuan PTSL atas nama Hartati Syakiroh.

“Informasi yang kami terima dan setelah dicek berkas atas nama Hartati sejak diawal memang belum terdaftar, atau tidak ter’entry’ pada program PTSL yang diajukan oleh pihak Desa Singarajan pada tahun 2017 lalu,”katanya, Jum’at (09/04/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Tardi, anggaran program strategis nasional PTSL di Desa Singarajan masuk pada tahun anggaran 2017. Namun, khusus berkas atas nama Hartati Syakiroh oleh pihak Desa Singarajan baru diserahkannya pada bulan Februari 2018.

“Yang mana, pada anggaran tahun 2018 itu Desa Singarajan tidak mendapatkan program PTSL, informasinya saat itu yang menyerahkan berkas adalah Wowo staf Desa Singarajan,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, menurut hasil berkas yang terkumpul, terkait pada bidang tanah yang diajukan terdapat adanya pernyataan dari pihak Desa Singarajan bahwa bidang tanah tersebut adalah tanah warisan yang belum jelas.

“Adanya kedua belah pihak yang mengklaim bahwa bidang tanah itu merupakan haknya, antara Hartati Syakiroh dan Eni Kurniati tapi dari pernyataan keduanya terlihat belum jelas,” kata Tardi.

Dengan adanya persoalan perihal dimaksud, pihak ATR/BPN Kantah Serang telah membuat klarifikasi yang akan dikirimkan kepada pihak Desa Singarajan untuk menjelaskannya awal kejadian dan kronologis mengapa hal itu bisa terjadi.

Editor: Eful SA