Connect with us

Kriminal

Selain Membunuh, Pelaku Pembunuh Wanita di Hotel Menteng 3 Kali Menjambret Ponsel

Tayang

-

Oleh

Selain Membunuh, Pembunuh Wanita di Hotel Menteng 3 Kali Menjambret Ponsel

CEKLIDUA.CO – Polisi mengungkap tindakan kriminal lain yang pernah dilakoni AA (23), tersangka pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisiL IW (31) di kamar hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Selain melakukan pembunuhan, dia juga tiga kali melakukan penjambretan di kawasan Jakarta Timur.

“Berprofesi sebagai sekuriti, sebagaimana disampaikan tadi tersangka sebelum melakukan tindak pidana ini. Sudah melakukan tindak pidana lainnya yaitu terkait dengan aksi penjambretan, yang sudah dilakukan tiga kali,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi saat jumpa pers, Minggu (30/5).

Arsya menjabarkan, aksi jambret pelaku yang menyasar handphone itu dilakukan pertama kali pada 13 Januari di daerah Munjul, lalu 27 Januari di Condet, dan terakhir 3 Februari di daerah Cipayung.

“Sasaran penjambretan dengan barang bukti handphone,” ujarnya.

Saat konferensi pers, AA mengakui aksi penjambretan itu terinspirasi dari banyaknya masyarakat yang kerap memainkan handphone dipinggir jalan. “Kalau jambret itu terinspirasi dari orang main HP,” ujar AA.

Sebelumnya, AA disangka sebagai pembunuh IW. Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto memaparkan, modus operandi yang digunakan tersangka dimulai dari niatnya untuk melampiaskan nafsu dengan mencari jasa layanan seks open booking online (BO).

“Setelah beberapa kali mencoba akhirnya dapatlah saudara AA ini kencan dengan saudari IW alias V. Keinginan untuk memiliki barang korban terbukti dengan pelaku hanya membawa uang senilai Rp250 ribu sedangkan tarif yang disepakati Rp500 ribu,” kata Setyo di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (30/5).

Tersangka yang berprofesi sebagai sekuriti ini sudah mempersiapkan rencana pembunuhan itu. Selain mencari sejumlah wanita, dia juga memperhatikan titik-titik CCTV yang berada di hotel yang akan digunakan.

“Ada satu fenomena yang sempat muncul dalam pemeriksaan perkara ini, yang pertama adalah penggunaan aplikasi. Kedua ternyata saudara AA berencana mengambil barang saudari IW rencananya diuangkan dan hasilnya akan digunakan untuk judi online,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi membeberkan, tersangka sebelumnya telah menargetkan 4 wanita untuk menjadi korbannya. Mereka sempat berkomunikasi lewat aplikasi media sosial.

“Pada hari yang sama diketahui yang bersangkutan sebenarnya menargetkan 4 orang calon korban dengan aplikasi MiChat tersebut. Akan tetapi dua calon korban yang pertama tidak terjadi, karena tidak ada kesepakatan. Akhirnya tersangka mendatangi calon korban ketiga yang akhirnya terjadi tindak pidana ini,” jelas Arsya.

Bahkan setelah membunuh IW, Rabu (26/5), tersangka masih ingin melanjutkan perampasan kepada wanita yang menjadi target ke-4.

“Setelah tersangka melakukan tindak pidananya kepada IW, tersangka sempat berpikir untuk melanjutkan tindakan ke calon korban ke-4,” ujarnya.

“Akan tetapi dikarenakan pada saat itu tersangka dengan kondisi cukup panik, ada upaya untuk hilangkan barang bukti, sehingga tersangka jadi menemui calon korban keempat,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP Jo Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan pidana paling berat hukuman mati.

Sumber: merdeka

Advertisement