Connect with us

Seputar Banten

Puluhan Tahun Warga Desa Tak Pernah Menerima Manfaat CSR dari PT Nikomas Gemilang

Jaka Purwanta

Tayang

-

Laporan

Puluhan Tahun Warga Desa Tak Pernah Menerima Manfaat CSR dari PT Nikomas Gemilang

CEKLISDUA.CO – PT Pouchen Indonesia (PT Nikomas Gemilang) salah satu perusahaan yang memproduksi sepatu dari beberapa brand ternama, berada di dua wilayah Desa, yakni Desa Tambak dan Desa Cijeruk

Dua Desa tersebut seharusnya menerima manfaat terlebih dahulu atas program Corporate Social Responsibility (CSR). Namun kenyataannya masyarakat sekitar perusahaan tersebut belum mengetahui atau pun menerima manfaat dari program CSR tersebut secara langsung.

Dari keterangan yang dihimpun ceklisdua.co dari beberapa mantan Kepala Desa di dua wilayah tersebut terkait CSR. Mereka menyebut belum pernah menerima secara lansung bantuan CSR dari PT Pouchen Indonesia.

Mastubi, mantan Kepala Desa Tambak periode tahun 2009-2013, mengatakan bawasanya dirinya tidak pernah menerima secara langsung dana atau bantuan CSR tersebut.

“Informasi yang saya terima dana CSR dari PT Pouchen Indonesia (Nikomas Gemilang) diserahkan dan dikelola oleh pihak Kabupaten, dulu diakhir masa jabatan saya sekira tahun 2013 ada pembangunan jembatan disaluran irigasi, informasi yang saya dapat sumber dananya dari CSR PT Pouchen namun dikelola oleh Kabupaten,” terangnya, Jum’at (26/03/2021).

Hal senada juga disampaikan mantan Kepala Desa Tambak periode 2013-2019 Jaenudin, menurutnya, selama ia menjabat sebagai Kepala Desa belum pernah mendapatkan bantuan CSR tersebut.

“Selama enam Tahun menjabat saya belum pernah menerima secara langsung program CSR dari PT Nikomas.” jelasnya singkat.

Sementara itu, Kepala Desa Tambak Ade Mahesa mengatakan belum ada atau tidak ada program CSR.

“Wa’alaikum salam Pa, dari Nikomas belum ada pa, terakhir ngobrol sama humas akan diupayakan agar Desa Tambak dan Desa Cijeruk mendapat program CSR.” terang Ade melalui pesan whatsapp nya, Sabtu (28/3/2021).

Dari beberapa tokoh masyarakat Tambak yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan setiap tahunnya tidak ada bantuan dari pabrik kepada masyarakat sekitar.

“Saya selama ini tidak mengerti apakah ada yang namanya CSR dari pabrik sepatu untuk masyarakat, padahal kami selalu kena dampak dari beroperasinya pabrik itu,” katanya.

“Setiap harinya jalan desa depan rumah kami menjadi akses karyawan pabrik masuk dan pulang kerja, asap dari kendaraan mereka selalu kami hirup setiap pagi dan sore. Belum lagi sampahnya yang dibuang di Desa kami,” tambahnya.

Public Relation (Humas) PT Pouchen Indonesia (Nikomas Gemilang) Supandi, saat dihubungi ceklisdua.co, melalui pesan whatsappnya, belum memberikan tanggapan.

Editor: Eful SA