Connect with us

Hankam

Poltekpel Banten Gerak Cepat, Tindak Taruna yang Unggah Status Singgung Tamtama

Tayang

-

Oleh

Poltekpel Banten Gerak Cepat, Tindak Taruna yang Unggah Status Singgung Tamtama
Taruna yang dipanggil Poltekpel Banten untuk diperiksa. Foto: Dok Poltekpel

CEKLISDUA.CO, TANGERANG – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten bergerak cepat menindaklanjuti unggahan status WhatsApp oknum taruna berinisial KB yang sempat beredar luas di media sosial.

Direktur Poltekpel Banten Heru Widada memastikan sudah menindak oknum taruna tersebut. Dia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian tersebut. Menurut Heru Widada, unggahan yang menyinggung pangkat tamtama tersebut pertama kali diunggah pada Jumat (21/8).

Pascakejadian itu, pihaknya langsung memanggil KB. ”Pihak kampus telah memanggil oknum taruna tersebut dan menindaklanjuti sesuai peraturan tata tertib taruna (pertibtar),” ungkap Heru melalui keterangan tertulis.

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Poltekpel Banten. Sebagai pimpinan di Poltekpel Banten, Heru juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada seluruh jajaran TNI.

”Civitas akademika Politeknik Pelayaran Banten menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian oknum Taruna Poltekpel Banten yang berinisial KB,” ucapnya. Dia menambahkan sudah membawa oknum taruna KB ke Koramil 09/Mauk.

Di kantor Koramil 09/Mauk, oknum taruna KB kembali menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan yang isinya mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

”Disaksikan oleh Danramil 09/Mauk, Babinsa Koramil 09/Mauk, Binmas Polsek Mauk, dan Kabag Akademik dan Ketarunaan Poltekpel Banten,” jelas Heru. Pada Minggu (22/8) Poltekpel Banten juga melaksanakan sidang pertibtar. Sidang dilakukan sebagai salah satu bagian dari langkah pembinaan kepada oknum taruna KB.

”Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi segenap Civitas akademika Poltekpel Banten dan tidak terulang di kemudian hari,” pungkas Heru. (flo/jpnn/ceklisdua)

Advertisement