Connect with us

Kriminal

Polda Banten Gerak Cepat Sikapi Video Viral Kelompok Pemuda Acungkan Sajam

Sn Adhi

Tayang

-

Laporan

Polda Banten Gerak Cepat Sikapi Video Viral Kelompok Pemuda Acungkan Sajam

CEKLISDUA.COPolda Banten mengungkap puluhan pemuda mengacungkan senjata tajam (Sajam) dan memblokade perempatan Ciceri Kota Serang dalam aksinya yang viral videonya di media sosial (medsos). Kelompok pemuda itu diketahui mengatasnamakan Geng Motor All Star Serang Timur atau kelompok Geng Motor.

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny saat press conference di Mapolres Serang Kota, Minggu (07/03/2021) mengungkapkan, hingga kini baru 10 pemuda yang diduga ada pada video tersebut diamankan Ditreskrimum Polda Banten bersama Satreskrim Polres jajaran.

“Di dalam video yang viral di medsos tersebut kita melihat sekelompok geng motor lebih kurang sekitar 100 orang dengan menggunakan sepeda motor dan mengacung-acungkan senjata tajam. Hal itu tentunya mengganggu Kamtibmas wilayah hukum Polda Banten khususnya wilayah kota Serang,” kata Martri.

Martri Sonny juga menjelaskan bahwa sampai saat ini, Ditreskrimum Polda Banten dan Satreskrim Polres jajaran masih melakukan pengembangan. Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, bahwasanya modus operandinya adalah rencananya aksi balas dendam.

Baca juga: Polda Banten Telusuri Video Viral Puluhan Pemuda Bawa Celurit

Sekitar 2 bulan yang lalu, lanjut Martri, menurut keterangan beberapa yang sudah diamankan ini, bahwa mereka melakukan aksi balas dendam karena ada kelompoknya yang akan di aniaya atau dibacok. Merespon dari kejadian tersebut mereka merencanakan untuk balas dendam dari hasil komunikasi yang dilakukan oleh oknum tersebut melalui grup media sosial namanya All star.

Berdasarkan keterangan dari 10 orang yang sudah kami amankan, kami masih melakukan pengembangan dan kemungkinan jumlah yang kami amankan akan bertambah,” jelas Martri Sonny.

Baca juga: Kapolda Banten Minta Jajarannya Tetap Humanis

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang menelusuri dan menyelidiki terkait video viral tersebut.

“Terkait video viral tersebut, Polda Banten sedang melakukan penyelidikan dan mendalami video terkait puluhan pemuda yang membawa celurit tersebut. Kita akan menindak tegas terkait aksi preman sekelompok pemuda tersebut,” ujar Edy Sumardi.

Edy Sumardi mengungkapkan, saat ini 10 orang tersangka yang ikut terlibat dalam konvoi atau arak-arakan geng motor yang ada di dalam video tersebut berikut barang bukti berupa celurit, golok sisir dan handphone sudah diamankan di Mapolres Serang Kota.

“Mereka terancam pasal 2 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, pasal 160 KUHP ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara, pasal 11 ayat 1 huruf A Perda no 1 tahun 2020 dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara,” tandas Edy Sumardi.

Editor: Ali AA