Connect with us

Regional

Perumda Tirta Uli Siantar Sosialisasikan Beban Tetap Pelanggan

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Perumda Tirta Uli Siantar Sosialisasikan Beban Tetap Pelanggan

SIANTAR – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Uli Kota Pematangsiantar senantiasa berupaya untuk tetap eksis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Hal itu disampaikan Ir. Zulkifli Lubis, MT selaku Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Uli Pematangsiantar didampingi Direktur Umum Berliana Napitu, SE, MM, pada Rabu (3/2/2022), di Simalungun Room, Siantar Hotel, Pematangsiantar.

Dirut mengatakan pertemuan digelar dengan tujuan mensosialisasikan penerapan pemakaian minimal atau beban tetap bulanan. yang mana beban tetap tujuannya untuk mendorong pelanggan agar menggunakan air dengan secukupnya, sebanyak kebutuhan pokok kebutuhan air agar pelanggan lebih sehat.

Zulkifli menambahkan, standar kebutuhan pokok air minum adalah kebutuhan air sebanyak 10 meter per kubik per kepala keluarga(kk) per bulan, atau 60 liter per orang per hari, atau sebesar satuan volume lainnya. Cukup digunakan untuk minum, makan, cuci makanan, dan mandi.

“Perumda Tirta Uli mendorong pelanggan agar memakai atau menggunakan air perpipaan serta mengurangi pemakaian air lain yang tidak hygienis seperti sumur bor, sumur maupun sungai,” tambahnya.

Dirut menjelaskan, sesuai dengan Pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 71 tahun 2016, pendapatan Air meliputi, tarif air, beban tetap, pemeliharaan meter air, dan pendapatan air lainnya selain perpipaan.

“Selanjutnya, pasal 21 ayat 1 berbunyi BUMD Air Minum mengenakan beban tetap bulanan kepada setiap sambungan pelanggan apabila pemakaian air kurang dari volume pemakaian air minimum,”jelasnya.

Selanjut, Zulkifli menerangkan bahwa ada 8.000 pelanggan yang tidak memakai air dan hampir 20.000 pelanggan yang memakai air dibawah 10 m3/bulan.

“Sebaiknya diterapkan pemakaian minimal (Beban Tetap) agar pelanggan rumah kosong dan yang tidak menggunakan air terdorong menggunakan air minimal 10 m3/bulan,” sambungnya.

Lebih lanjut Zulkifli menerangkan, kelompok tarif RT 3 misalnya 10 x Rp 1810 jadi beban tetap nya menjadi Rp 18.100,- jika pemakaian airnya 0 – 10 m3. Selanjutnya ditambahkan dengan besaran pemakaian berikutnya setelah dikalikan dengan kelompok tarif pelanggan bersangkutan.

Pemanfaatan pendapatan Beban Tetap diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, yakni perbaikan pipa bocor, rehabilitasi pipa distribusi (perbaikan tekanan air), penurunan Non Reneviu Water(NRW), pembuatan Distric Management Area (DMA) pilot project, penggantian meter pelanggan dan pemerataan tekanan.

“Beban tetap akan dilaksanakan mulai bulan Maret 2021 tagihan bulan April 2021. Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan kelompok tarif S1, S2, dan SK serta RT 1 dan RT 2 ditunda pelaksanaannya sampai 6 bulan kemudian,”jelasnya. (ARAS)