Connect with us

News

Pengamat Kepolisian : Saatnya Polri Bersama Kemendagri Konkret Dorong Partisipasi Harkamtibmas

Tayang

-

Oleh

JAKARTA – Kemendagri bersama Polri kini sudah saatnya membentuk gerakan nyata untuk lebih mendorong munculnya kesertaan konkret masyarakat dalam harkamtib sehingga muncul rasa takut para penjahat beraksi terutama di kawasan permukiman.

Pengamat kepolisian, Suryadi, M.Si, Rabu (17/2/2021) di Jakarta mengatakan, Kemenpan-RB sudah melakukan untuk bidang pelayanan Polri melalui survei, penilaian dan pemberian penghargaan di tingkat Polres.

“Nah, kini saatnya Polri bersama Kemendagri mendorong lahirnya peran konkret masyarakat dalam menjamin rasa aman masyarakat di lingkungannya masing-masing,” kata Suryadi.

Polri bersama Kemendagri patut lebih mendorong ke arah itu, karena kedua belah pihak terkait langsung sebagi otoritas penjamin keamanan dan penguasaan wilayah hingga di tingkat RT melalui para gubernur serta bupati/ wali kota.

Sudah sejak lama, lanjutnya, kita tahu ada sistem keamanan lingkungan. Tapi, tanya Suryadi, apakah itu sudah benar-benar menjadi sebuah sistem penanggulangan keamanan?

Faktanya, harus diakui, masih selalu saja terjadi pencurian motor, pencurian di rumah-rumah, KDRT, bahkan kejahatan seksual terhadap remaja dan anak di bawah usia di lingkungan.

“Perlu lebih ditekankan pentingnya langkah cegah dini dan cegah lanjut. Dengan kekuatan masyarakat yang sungguh-sungguh, bukan sekadar penampilan dirasa akan lebih efektif. Jika diperlombakan, itu cuma bagian dari kampanye dan sosialisasi publik,” ujarnya.

Suryadi mengatakan, partisipasi masyarakat itu lebih dikonkretkan ke dalam bentuk aksi nyata mulai dari pelembagaan, berbagai bimbingan teknis penjagaan, penanganan sampai bagaimana jika menemukan langsung kejadian.

Di suatu lingkungan ‘leadernya’ tetap anggota Polri, tapi lanjutnya, bagaimana penataan, pelembagaan masyarakat, dan keterlatihan, itu sangat penting.

“Saya yakin di banyak lingkungan sudah ada, tinggal dikaji sejauh mana hambatan dan bagaimana efektivitasnya? Jika ada lomba-lomba dan penilaian, lakukan secara diam-diam, tidak perlu seperti di masa lalu cenderung sangat seremonial. Jadi, lebih substansial,” kata Suryadi.

Pada lingkungan-lingkungan yang sudah tertata seperti kluster-kluster yang dibangun oleh pengembang, mungkin keamanan sudah menjadi bagian dari manajemen lingkungan.

Akan tetapi, lanjut Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKOMPOL) itu, bagaimana dengan lingkungan umum perkampungan yang terbuka?

Warga di pemukiman umum, urainya, relatif lebih heterogen, utamanya dari latar pekerjaan. Hal ini berdampak pada intensitas sehari-hari mereka di lingkungan permukiman.

Oleh karena itu, diperlukan pelembagaan yang kokoh di antara sesama warga serta pengetahuan dan batas-batas tindakan yang dapat dibenarkan manakala terjadi kejahatan, sementara polisi sebagai pembina saat itu sedang tidak di TKP.

Suryadi mengingatkan, setiap kejahatan memang harus ditindak. Tetapi, tindakan pencegahan lewat masyarakat yang senantiasa siaga, jelas akan membuat penjahat was-was untuk beraksi di suatu lingkungan siaga.**