Connect with us

Metropolitan

Pengamat Budaya Dukung Tekad Ceklisdua.co Profesionalkan Jurnalis

Sn Adhi

Tayang

-

Laporan

Pengamat Budaya Dukung Tekad Ceklisdua.co Profesionalkan Jurnalis

CEKLISDUA.CO – Profesional itu lebih dari sekadar dibayar atas dasar keahliannya. Maka, tekad ceklisdua.co menjadi perusahaan profesional di tengah mengecilnya jumlah media mainstream khususnya media cetak, harus dibuktikan oleh dukungan kuat segenap awaknya.

Pemerhati budaya, Suryadi, M.Si, menegaskan hal itu merespons keinginan kuat ceklisdua.co yang mengusung tagline “Menulis adalah Sebuah Keberanian” untuk menjadi media yang profesional pada realunching-nya, Sabtu (20/3/21) di Serang, Banten.

“Sudah jadi pemahaman umum, ketika orang bicara media, benak publik langsung tertuju pada sosok jurnalis. Maka, profesionalkan segera jurnalis dengan tidak mengabaikan tenaga pendukung di lini lainnya termasuk di lini bisnis,” kata Suryadi.

Suryadi mengingatkan, untuk menjadi profesional harus dibenahi dulu pemahaman terhadap profesionalisme dan sistem rekrutmen.

Profesi itu, bukan cuma karena keahliannya seseorang dibayar, bahkan karena ada panggilan jiwalah yang membuat si penyandang profesi tidak bisa dibeli dengan seberapa besar bayaran yang justru akan merendahkan keahliannya.

Perlu disadari sejak dini, Suryadi mengingatkan, seseorang mau mendirikan perusahaan pers dewasa ini adalah luar biasa berat tantangannya. Demikian pula dengan orang yang mau menggeluti hidup sebagai jurnalis.

“Ia tak boleh murahan, asal-asalan sekadar melihatnya sebagai lapangan kerja. Maka, tahapan yang ditempuh ceklisdua.co.dalam rekrutmen jurnalis patut dikembangkan dan ditiru,” kata Suryadi.

Di tengah dugaan kian membludaknya jumlah jurnalis beriringan dengan makin minimnya media mainstream khususnya media cetak, langkah selektif ceklisdua.co patut dipuji dan dilanjutkan.

Ia mengingatkan, beriringan dengan tekat menjadi profesional, ada baiknya pada saat yang sama ceklisdua.co membangun kekuatan ekonomi bersama segenap awaknya dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Tidak usah muluk-muluk. Bangun koperasi awak media bersama kekuatan ekonomi masyarakat agat menjadi mandiri dan disegani oleh siapa pun narasumber,” kata Suryadi.

Ia mengingat, patut segera mengubah pemahaman tentang sejahtera, karena sejahtera itu bukan cuma terkait dengan penghasilan.

“Itu cuma bagian. Cari jalan terbaik untuk pertinggi kesejahteraan, tapi pertinggi pula keterampilan dan kecerdasan menggali sumber-sumber kemandirian dan pacu semangat untuk investigasi,” urainya.

Pada saat yang sama, kata Suryadi, tingkatkan keterampilan bukan cuma menulis tapi juga cerdas dalam menggali, menginvestigasi, dan memrediksi sesuatu yang akan berkembang sehingga pemberitaan tidak berhenti si situ saja dalam keseragaman.

“Sekarang bukan rahasia lagi apa yang sering disebut kloningisasi. Mungkin sumber dan isunya boleh sama, tapi tindak lanjutilah hingga menemukan perbedaan dari yang lain. Kalau tidak ya akan ditinggalkan pembaca,” kata Wasekjen Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) itu.

Ia mengingatkan, pentingnya setiap jurnalis merewind bahwa kesetiaan seorang jurnalis itu pada masyarakat, dan komitmennya pada kebenaran. “Itu sebabnya, kata Pram, menulis itu sebuah keberanian. Tunjukkan itu,” ulas Suryadi.

Editor: Eful SA