Connect with us

Megapolitan

PAS Organisasi Pemersatu Masyarakat Aceh di Tanah Rantau

Tayang

-

Oleh

PAS Organisasi Pemersatu Masyarakat Aceh di Tanah Rantau

TANGERANG – Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), salahsatu perkumpulan perantauan masyarakat Aceh yang didirikan pada 16 Oktober 2012 silam. Mulai berkembang di wilayah Tangerang Raya, dan kini keberadaan PAS sudah merambah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), bahkan ke Nusantara.

Awalnya, organisasi ini berdiri untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh yang ada di perantauan. Namun belakangan ini PAS sering dijumpai dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan. PAS hadir ditengah korban bencana alam, seperti bencana Tsunami Lebak Banten dan bencana banjir di Ibukota Jakarta.

Eksistensi PAS sebagai sebuah organisasi perantauan dari Aceh yang dijuluki Serambi Mekah ini, tak lepas dari seorang pemimpinnya, Akhyar Kamil, SH. Saat ini kehadiran PAS dalam membantu korban becana, telah diakui banyak pihak. Seiring waktu PAS mengalami kemajuan yang cukup pesat.

Kepada Ceklisdua.co, Akhyar Kamil mengatakan, Bahwa PAS lebih condong pada kegiatan – kegiatan sosial terutama kegiatan kemanusiaan untuk membantu saudara saudara kita di Nusantara yang menjadi korban bencana alam.

“Dalam memberikan bantuan PAS selalu turun langsung ke lokasi bencana, mulai dari bencana tsunami Lebak Banten dan bencana banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta, bahkan kita sampai membuat posko dapur umum saat banjir melanda Ibu Kota Jakarta,” katanya. Selasa (26/1/2021).

Tak hanya itu, Akhyar Kamil mengungkapkan, dalam waktu dekat ini PAS akan mengadakan bakti sosial sunatan masal untuk 1000 anak yatim piatu dan fakir miskin di Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bertahap di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Aceh.

“Insya Allah kegiatan akan dilakukan di tanggal 27 Januari 2021, tahap pertama kegiatan sunatan masal akan di lakukan di kabupaten Aceh Timur dengan kuota 252 orang anak yatim dan fakir miskin di bagi menjadi 3 lokasi tempat pelaksanaan,” ungkapnya.

Baca: Ketum PAS Berangkatkan Relawan, Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat

Akhyar menambahkan, hal itu sengaja dilakukan untuk menghindari kerumuman pada saat pelaksanaan kegiatan di masa pandemi Covid-19. Selanjutnya, kegiatan diteruskan pada tahap kedua dan seterusnya di beberapa kota dan kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Aceh hingga memenuhi kuota 1000 orang.

Masih kata Akhyar, Selain kegiatan bakti sosial PAS juga banyak membantu untuk pemulangan jenazah warga aceh yang meninggal di Jabodetabek untuk di antar atau di pulangkan ke kampung halaman tanpa di bebankan biaya apapun.

“Terkait dengan anggaran dari setiap kegiatan murni dilakukan secara swadaya oleh pengurus dan anggota PAS se-Nusantara secara sukarela dengan menyisipkan sebagian rezekinya untuk mensupport setiap kegiatan yang dilakukan PAS, intinya PAS didirikan untuk membantu sesama, khususnya masyarakat Aceh itu sendiri dan umumnya masyarakat indonesia yang membutuhkan,” tutur Akhyar.

Terkait dengan kabar yang beredar soal rencana pencalonan dirinya sebagai calon Gubernur Provinsi Aceh, Akhyar mengatakan, saat ini dirinya belum terpikir untuk maju sebagai calon Gubernur atau mencalonkan diri sebagai calon Gubernur.

“Bila nanti dirinya di percaya masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Provinsi Aceh itu sah sah saja, Namun target saya atau PAS sendiri, bukan untuk menjadi Gubernur atau Bupati maupun Walikota, motivasi kami adalah sosial untuk membantu sesama.” Jelas dia.

“Tapi bilamana masyarakat Aceh meminta saya sebagai Gubernur, siapapun orangnya pasti mungkin tidak akan menolak, tapi kalau bisa langsung di lantik tanpa di pilih, kalaupun masih di pilih itu bukan diminta namanya. Jadi saya tidak punya niat dan cita-cita untuk menjadi seorang Gubernur,” sambungnya

Akhyar berharap kepada putra putri Aceh calon generasi kedepan, untuk tetap menjaga akhlak, adat dan budaya daerah Aceh, “bilamana itu kita jaga insya Allah kita akan selamat dunia akhirat,” kata Akhyar.

Akhyar juga berpesan dan mengajak kepada warga Aceh khusunya diperantauan, untuk tetap mempertahankan adat budaya Aceh, menjaga kekompakan, kesatuan dan persatuan menjalin persaudaraan.

“Jangan ada pengkotak-kotakan antara si kaya dan si miskin. Jangan ada perbedaan golongan 1 dengan golongan lain dan warna satu dengan warna lain, kita harus satukan semua perbedaan itu untuk kemajuan Aceh, banyak potensi putra putri Aceh yang harus kita suport dan kembangkan demi Aceh bermartabat, walaupun masyarakat Aceh minoritas ada di Ibukota, namun masyarakat Aceh yang ada di Jakarta harus berkualitas,” tutupnya. (AA)