Connect with us

Peristiwa

Miris ! Masih Ada Warga Kota Serang Tinggal di Bekas Kandang kerbau

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Miris ! di Kota Serang Masih Ada Warga yang Tinggal di Bekas Kandang Kerbau

KOTA SERANG – Sudah 13 Tahun Kota Serang terbentuk dan menjadi Ibukota Provinsi Banten. Tentunya merupakan waktu yang lumayan lama dalam melakukan upaya penataan khususnya dibidang Pembangunan dan Ekonomi menuju kearah lebih baik, terlebih terhadap warganya.

Sayangnya, di sisi lain di dalam corong pembangunan dan pemukiman hari ini, masih didapati warga kota Serang yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tinggal di rumah tidak layak huni, mirisnya, tempat yang di tinggalinya ialah bekas kandang kerbau.

Keluarga yang tinggal di kandang kerbau tersebut di ketahui adalah keluarga Muntarif (45), beralamat di kampung Kemanduran, RT. 003 RW. 001, Desa Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten. Tempat yang dihuninya selama 12 tahun itu hingga kini terlihat masih beralaskan tanah merah dan berdinding anyaman bambu.

Miris ! di Kota Serang Masih Ada Warga yang Tinggal di Bekas Kandang Kerbau

Muntarif dan istrinya Kastiyah.

Menurut John salahsatu tetangga Muntarif menjelaskan, Muntarif yang tinggal bersama istri dan anaknya itu memang telah lama menempati bekas kandang kerbau tersebut.

“Yang saya tau Muntarif bekerja sebagai buruh harian lepas kenek bangunan, sedangkan istri nya Kastiyah (37th) hanya ibu rumah tangga, mereka tinggal di bekas kandang kerbau bertiga dengan 1 anaknya yang tidak sekolah karena udah tidak mampu membiayai sekolah anaknya,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Masih menurut John yang tempat tinggalnya tak begitu jauh itu mengatakan, bahwa selama ini warga sekitar pun telah berupaya semampunya  membantu kehidupan Muntarif beserta keluarganya dan itu mungkin tidak seberapa.

“Terus terang saya sendiri miris melihatnya, saya bersama warga yang lainnya paling bisa bantu semampunya. Untuk bantuan dari pemerintah mungkin ada entah bentuk uang atau sembako tapi kalau bantuan bedah rumah seperti nya belum terlihat,” katanya.

Muntarif yang saat ditemui awak media sore tadi mengatakan, bahwa dirinya rupanya selama ini sangat berharap dan ingin memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga kecilnya.

“Siapa sih pak yang tidak mau membuat kan tempat tinggal atau rumah yang layak dan nyaman untuk keluarga, tapi karena penghasilan saya nya yang belum bisa apa-apa ya mau gimana lagi walaupun harus tinggal di bekas kandang kerbau kayak begini,” tuturnya lirih.

Lanjut Muntarif, penghasilannya hanya bisa untuk makan dan jajan anak, ia sehari-hari nya belum bisa menyisihkan uang untuk yang lain.

“Namanya juga kerja buruh harian ngebantuin tukang bangunan kalo ada kerjaan ya dikerjakan gaji sehari ga menentu bagaimana pemilik rumah nya kadang di bayar sehari  Rp.80.000 ada juga yang bayar Rp.100.000 kalo ga ada yang nyuruh ya terpaksa nganggur,” terang Muntarif.

Muntarif menambahkan, kalau sudah mengganggur kadang ketemu makan 2 kali kadang 1 kali sehari, namun ia bersyukur punya tetangga baik bahkan terkadang ada yang memberi bantuan kepada kami berupa uang ada juga makanan.

“Saya tinggal di sini sudah 12 tahunan, dulu tempat ini kandang kerbau, karena sudah tidak ada kerbau nya maka dinding nya saya kasih anyaman bambu seadanya yang penting tertutup,” ujarnya.

Muntarif dan keluarganya sangat berharap sekali kepada Pemerintah Kota Serang agar dapat memberikan bantuan kepadanga berupa rumah yang layak huni agar keluarganya dapat tinggal dengan nyaman.

“Kasihan dengan istri dan anak saya, kalau musim hujan begini atap rumah kami bocor istri dan anak saya harus geser mencari tempat yang tidak kebocoran, semoga saja Allah SWT secepatnya mengabulkan permohonan keluarga kami melalui pemerintah kota serang,” harap Muntarif. (adhi Sena)