Connect with us

Seputar Banten

Marak Percaloan Tenaga Kerja, LSM Gerak DPC Lebak Kunjungi Kantor Disnakertrans Kabupaten Lebak

Andri Kurniawan

Tayang

-

Laporan

LSM Gerak DPC Lebak Kunjungi Kantor Disnakertrans Kabupaten Lebak

CEKLISDUA.CO – Praktik percaloan yang dilakukan oleh oknum-oknum perusahaan masih marak di Kabupaten Lebak, hal itu dikeluhkan sebagian warga Lebak yang ingin mendapatkan pekerjaan tanpa harus mengeluarkan uang “sogokan”.

Terkait isu maraknya percaloan itu, LSM Gerak Indonesia DPC Lebak mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak untuk menanyakan bagaimana sistem penyerapan tenaga kerjà di Kabupaten Lebak.

“Kami ingin tau bagaimana sistem penyerapan tenaga kerjà di Kabupaten Lebak, apakah sudah berjalan dengan seharusnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, atau bagaimana,” ujar Deri Firmanda, Sekjen DPC Gerak Lebak, Rabu (17/3/2021).

Deri menambahkan, LSM Gerak Indonesia DPC Lebak siap untuk ikut mengawasi jalannya proses penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lebak.

“Agar tidak ada lagi proses titip menitip apalagi harus mengeluarkan atau membayar sejumlah uang hanya karena ingin bekerja di perusahaan yang berada ditanah lahirnya sendiri di Kabupaten Lebak, miris sekali,” tutur Deri.

Baca juga: LSM Gerak Indonesia DPC Lebak Pertanyakan Dana UMKM Nasabah Mekaar Syariah yang Ditarik Pemerintah

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak, Tajudin mengatakan, bahwa dia menyayangkan pihak perusahaan yang tidak komitmen dengan kebijakan yang sudah di sepakati.

“Mereka tidak komitmen dengan kebijakan yang sudah mereka buat sendiri terutama dengan Dinas Tenaga Kerja, seperti info penerimaan karyawan masih tidak sepenuhnya diberitahukan kepada kami,” ujar Tajudin.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lebak Rully menambahkan, bahwa masih banyak pelamar yang datang kesini yang diarahkan oleh satpam salah satu perusahaan agar melamar lewat Disnaker.

“Padahal kami saja tidak di beri tahu, bahwa adanya lowongan pekerjaan disana.” pungkas Rully.

Editor: Eful SA