Connect with us

Seputar Banten

Mahasiswa Desak Aparat Hukum Usut Tuntas ‘Jaringan’ Rente Mafia Tanah di Serang

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Mafia Tanah di Serang

SERANG – Menyikapi aksi Polda Banten yang berhasil membongkar kasus Mafia Tanah dugaan pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) milik Warga Kecamatan Curug yang berlokasi di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Sejumlah aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa (Perma) Curug, Serang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki serta mengusut tuntas ‘Jaringan’ rente Mafia Tanah di Serang khususnya Kecamatan Curug.

Mafia tanah sebagai kejahatan yang sistematis karena sering melibatkan banyak pihak yang saling bekerjasama untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai pertanahan dan hukum yang berlaku.

Demikian dikatakan Ketua Perma Curug, Muhamad Ibnu Bastara, saat dikonfirmasi via Seluller, Sabtu (20/2/2021). “Sebenarnya, mafia tanah itu permasalahan klasik yang belum terselesaikan samai sekarang ini,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, kondisi di Curug sendiri banyak yang menjualbelikan tanah serta pembebasan lahan pertanahan sehingga kondisi tersebut menjadi ruang masuk para mafia tanah.

Untuk itu, lanjut Ibnu, pihaknya meminta semua pihak dapat terbuka mengawal ketat persoalan tanah milik warga agar tidak dimanfaatkan oknum mafia tanah.

“Kasus mafia tanah ini harus kita kawal bersama, perlu adanya pengawasan ketat dari pemerintah dan pihak terkait, serta perlu peran masyarakat yang membantu,” katanya.

“Nah, ketika ada permasalahan Tanah milik warga maka segera laporkan kepada pihak berwenang,” imbuhnya.

Ibnu juga meminta masyarakat untuk tidak menutupi sesuatu yang janggal, terkait dengan pertanahan. “Itu akan menjadi ruang terbuka bagi mafia tanah untuk terus melakukan tindakan jahatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, ketika ada oknum aparatur kelurahan/desa yang bermain didalam persekongkolan mafia tanah maka tindakan tersebut merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Ibnu pun meminta aparat pemerintah setempat tidak menempatkan kekuasaan serta kewenangan menjadi keserakahan yang pasti akan menimbulkan permaslahan baru di tengah warga.

“Ini harus diusut tuntas, jangan sampai permaslahan ini tetap mengakar dan semakin banyak lagi korban,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, Ibnu mengaku, pihaknya akan segera melakukan advokasi serta koordinasi dengan pihak Kecamatan Curug dalam rangka memastikan permasalahan tanah tersebut.

“Yang pasti, kita juga mencoba menanyakan langsung kepada masyarakat agar terurai permaslahannya secara jelas, Nah ketika terbukti kita akan melakukan tindakan,” pungkas Ibnu. (AA/RMOL)