Connect with us

Daerah

LPA Sumut : Perlakuan Penyekapan Anak Karena Berbuat Salah Tidak Dibenarkan Oleh Hukum

Tayang

-

Oleh

LPA Sumut : Perlakuan Penyekapan Anak Karena Berbuat Salah Tidak Dibenarkan Oleh Hukum

CEKLISDUA.CO – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Munir Ritonga, memberikan pernyataan terkait penyekapan anak perempuan yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar, lantaran anak tersebut diduga melakukan pencurian disalahsatu minimarket ternama di Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Menurut Munir, meskipun anak itu berhadapan dengan hukum sekalipun, anak itu tetap dikategorikan sebagai korban, yakni korban dari perlakuan orang dewasa.

“Jika anak itu melakukan kesalahan, seharusnya pihak yang berwenang atau pihak minimarket tidak melakukan penyekapan hingga 6 jam lamanya, sebab ini tidak pantas dilakukan terhadap anak seusia Sekolah Dasar tersebut,” kata Munir melalui pesan whatsapp yang diterima Ceklisdua.co, Senin malam (15/3/2021).

“Meskipun anak itu salah, tapi dia tetap menjadi korban dari perlakuan orang dewasa,” sambung dia.

Baca juga: Ida Halanita Damanik Kecam Penyekapan Bocah di Minimarket Tanah Jawa

Untuk itu, LPA Provinsi Sumatera Utara berharap kejadian ini tidak terulang kembali, dan diharapkan bisa diselesaikan dengan baik dengan kedua orang tuanya dengan upaya-upaya melakukan pembinaan, agar anak itu tidak melakukan kesalahan lagi dikemudian hari.

“Kepada pihak minimarket, supaya ini diselesaikan dengan baik, tapi poinnya bagi kita sebagai Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara, perilaku penyekapan anak yang dilakukan oleh pihak minimarket adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum, meskipun anak itu bersalah,” jelasnya.

Baca juga: Diduga Mencuri, Seorang Bocah Perempuan Disekap hampir 6 Jam di Sebuah Gudang Minimarket

Sekali lagi Munir menegaskan, bahwa sekalipun anak itu bersalah tetap dikategorikan korban orang dewasa, apalagi diketahui anak tersebut masih dibawah umur.

“Perbuatan ini kita nilai suatu hal yang dilarang, oleh karena itu kita berharap ini diselesaikan dengan baik dan tidak terulang kembali lagi kedepannya, sehingga anak ini bisa kita bina bersama, terlebih kepada orang tuanya, agar anak ini tidak melakukan lagi hal yang sama,” pungkas Munir.

Editor: Ali AA