Connect with us

Hukum

Kuasa Hukum Tiga Mantan Karyawan PT PWI 1, Berencana Mendatangi Kantor Pusat Adidas dan Kedubes Korea Selatan

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Kuasa Hukum Tiga Mantan Karyawan PT PWI 1, Berencana Mendatangi Kantor Pusat Adidas dan Kedubes Korea Selatan

KAB TANGERANG – Soal kasus dugaan fitnah dan dugaan pencemaran nama baik yang menyeret nama Mr. Kim Jong Boo selaku eksekutif direktur PT Parkland Word Indonesia (PT PWI 1) yang diduga dilakukannya terhadap tiga mantan karyawanya, atas nama Samsul Bahri, Nelia Hartati dan Sadiyo, masih terus berlanjut.

Debora Lumban Raja, S.H, M.H didamping Yunus, S.H selaku kuasa hukum tiga mantan karyawan perusahaan yang memproduksi sepatu brand terkenal di dunia dengan merk Adidas itu kepada awak media menyampaikan, Pihaknya sepakat untuk mendatangi Kantor Pusat Adidas dan Kedubes Korea Selatan untuk menyampaikan laporan pengaduan terhadap Buyer Adidas selaku pemberi kerja Kepada Perusahaan PT. Parkland World Indonesia dan menyampaikan laporan pengaduan terhadap Kedubes Korea Selatan atas tindakan yang di Lakukan Salah Satu Warga Korea Terhadap Pekerja / Buruh Indonesia.

“Kami akan terus melakukan upaya – upaya yang terbaik sebelum membawa persoalan ini ke jalur hukum dikarenakan sampai dengan hari ini Kamis, 11 Febuari 2021, belum juga ada etikat baik dari pihak Mr. Kim Jong Boo untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Debora Lumban Raja.

“Kami para advokat yang berada di kantor Hukum Law Firm K.D. Raja dan Partners selaku penerima kuasa menganggap Mr. Kim Jong Boo selaku eskekutif direktur di PT PWI 1 tidak memiliki etikat baik untuk menyelesaikan persoalan dugaan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga telah dilakukan olehnya kepada tiga klien kami, sampai dengan hari ini, surat somasi ke dua dan terakhir yang kami layangkan pun belum mendapatkan jawaban,” sambung Debora.

Lanjut Debora mengatakan, Untuk itu pihaknya berencana membawa persoalan ini ke semua pihak-pihak terkait dan ke jalur hukum, Demi tegaknya keadilan terhadap tiga kliennya yang sudah menjadi korban kesewenang-wenangan oknum pimpinan perusahaan, berwarga negara asing yang dengan secara langsung di hadapan orang banyak melakukan tuduhan fitnah tanpa bukti kepada kliennya dengan tuduhan maling sehingga nama baiknya klienya merasa tercoreng.

“Perlakuan oknum pimpinan perusahaan tersebut dengan melakukaan tuduhan tanpa bukti kepada kliennya sudah masuk dalam unsur dugaan tindak pidana yang mana dijelaskan pasal 311 KUHP : Barang siapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia di izinkan untuk membuktikan tuduhannya, jika tuduhannya itu tidak dapat di buktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang di ketahuinya tidak benar di hukum karena salah memfitnah dengan penjara selama-lamanya empat tahun. Kemudian dijelaskan pula dalam pasal 310 KUHP, barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduh sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan,” Jelas Debora.

Sementara itu Yunus, SH kepada awak media juga menyampaikan hal yang sama, Bahwa surat somasi ke dua dan terakhir yang di layangkan Law Firm K.D. Raja dan Partners pada 22 Januari 2021 kepada Mr. Kim Jong Boo selaku eksekutif direktur di PT. PWI 1, memasuki tiga pekan surat somasi tersebut belum juga mendapatkan jawaban, anehnya saat Mr. Kim Jong Boo tidak menjawab surat somasi tersebut. Pihak perusahaan PT. PWI 1 melalui HRD Manager mengirimkan surat pemanggilan kerja pada 11 Febuari 2021 kepada tiga klien kami, yang mana klien kami tidak merasa mengirmkan berkas lamaran kerja kepada perusahaan tersebut.

“Klien kami menolak soal surat pemanggilan kerja kembali yang dikirim perusahaan PT. PWI 1 kepada tiga klien kami, karena klien kami merasa tidak pernah melamar pekerjaan di PT. PWI 1 sejak klien kami dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 10 November 2020 lalu,” ungkapnya.

Lanjut Yunus menambahkan, Dalam hal ini dirinya selaku penerima kuasa dari tiga klienya, sudah berupaya melakukan langkah persuasif kepada Mr. Kim Jong Boo, dengan mengirimkan surat somasi atau teguran hukum sebanyak dua kali, namun sayangnya hingga saat ini belum jg di indahkan.

“Sebelum membawa permasalahan ini ke jalur hukum, kami berencana akan melakukan upaya – upaya yang baik agar semua pihak mengetahui atas tindakan arogansi yang dilakukan oknum pimpinan berwarga negara asing kepada masyarakat pribumi (klien kami-red), yang mana hal itu sudah menciderai kearifan lokal di negri yang sangat kita cintai ini,” tutupnya. (AA)