Connect with us

Regional

Ketum GMKI Lantik BPC GMKI Pematangsiantar Simalungun Masa Bakti 2021-2023

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Ketum GMKI Lantik BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun Masa Bakti 2021-2023

CEKLISDUA.CO – Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Pematangsiantar-Simalungun masa bakti 2021-2023 resmi dilantik oleh Pengurus Pusat (PP) GMKI, di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) IMMANUEL, Jalan Sangnawaluh, Pematangsiantar, Rabu (24/2/2021).

BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun yang berjumlah 15 orang itu di nahkodahi oleh Juwita T Panjaitan sebagai Ketua Cabang, dan Tulus Panggabean sebagai Sekretaris Cabang, dilantik dan dikukuhkan oleh PP GMKI melalui Ketua Umum GMKI, Jefri Gultom yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) I PP GMKI (SUMUT-ACEH), Hendra L Manurung.

Dalam pidatonya, ketua cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun Juwita T Panjaitan menyampaikan bahwa Kota Pematangsiantar yang disebut sebagai salah satu kota toleran, akan mendapat perhatian dari GMKI dalam merawat Toleransi di kota Pematangsiantar. Selain itu, GMKI akan konsisten dalam melahirkan kader-kader yang kritis, sehingga fungsi Kontrol sosial akan tetap berjalan dengan baik di Pematangsiantar-Simalungun.

“Sebagai salah satu kota Toleran, maka GMKI perlu mengambil andil dalam mempertahankan dan merawat Toleransi tersebut, serta GMKI juga akan tetap melahirkan kader-kader yang kritis agar tetap menjalankan fungsi kontrol social di Pematangsiantar –Simalungun,” kata Juwita, Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun masa bakti 2021-2023.

“Selain itu, GMKI Pematangsiantar- Simalungun juga akan tetap menjadi garda terdepan untuk melawan tindakan-tindakan korupsi, propokasi isu sara, kekerasan dan penindasan terhadap rakyat atau orang-orang yang termarjinalkan demi tercapainya syalom Allah ditengah-tengah bangsa ini.” Imbuhnya.

Hal senada disampaikan Jefri Gultom, Ketua Umum GMKI, dia menegaskan bahwa Kader GMKI harus tetap mampu menyuarakan suara-suara kenabian di tengah-tengah medan layan GMKI yaitu gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat. Serta kader GMKI harus teguh dalam iman, dan berkolaborasi dalam semangat.

“Kader GMKI itu harus tetap konsisten menyuarakan suara kenabiannya di tiga medan layan GMKI, Gereja, Perguruan Tinggi, serta Masyarakat. Kader GMKI juga harus teguh dalam iman serta mampu berkolaborasi dalam semangat”, kata Jefri dalam sambutannya.

Sementara itu, May Luther Dewanto Sinaga selaku Ketua Purnabakti GMKI Pematangsiantar-Simalungun mengajak BPC yang baru saja di lantik untuk mampu membangun komitmen dalam pelayanan 2 tahun kedepan.

“Saudara-saudari BPC yang baru saja dilantik, agar mampu membangun komitmen pelayanan 2 tahun kedepan, karena akan banyak nantinya dinamika yang akan saudara/i hadapi dalam menjalankan tugas pelayanan ini,” kata Luther.

“GMKI di Pematangsiantar-Simalungun juga harus mampu hadir sebagai mitra kritik dan solutif terhadap pemerintahan, menyuarakan kebenaran di tengah-tengah tiga medan layan, termasuk juga rasa kepedulian dan solidaritas yang dibangun bersama dengan beberapa organisasi gerakan baik organisasi mahasiswa maupun kepemudaan di Pematangsiantar-Simalungun dalam upaya memaksimalkan tugas pelayanan,” sambungnya.

Baca juga: GMKI Audiensi ke Kejari Pematangsiantar, Ini Pesan Kajari

Tampak hadir dalam pelantikan yang digelar dengan Protokol Kesehatan ketat tersebut kader GMKI dan para senior, Rektor UHKBPN Pematangsiantar yang diwakilkan oleh Staf Ahli Rektor Rindu Marpaung, pemerintah kota Pematangsiantar yang di wakilkan staf ahli walikota Daniel Siregar, Kajari Pematangsiantar yang diwakilkan oleh Kasipidsus Dostom Hutabarat, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy B Siregar, Kapolres Simalungun yang diwakilkan oleh Wakapolres Kompol Efianto, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, dan organisasi masyarakat lainnya yang ada di Pematangsiantar-Simalungun.

“Semangat persaudaran harus tetap di tengakkan di Pematangsiantar, pada sebelumnya kota Pematangsiantar adalah salah satu kota paling toleran yang ada di indonesia, semangat kepemudaan melalui organisasi-organisasi yang solid menjadi salah satu tolak ukur dalam terciptanya kekondusifan dan kepedulian di tengah-tengah masyarakat.” tutupnya. (ARAS)