Connect with us

Daerah

Ketum DPP Gerak Indonesia Angkat Bicara Terkait Mega Proyek SLG

Tayang

-

Oleh

Ketum DPP Gerak Indonesia Angkat Bicara Terkait Mega Proyek SLG

KEDIRILSM Gerak Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Penegak Demokrasi (Bimas Sakti) usai melakukan konfirmasi ke pihak BPKAD kabupaten Kediri, langsung bergerak menuju Desa Sumberejo disekitar simpang lima gumul, yang dahulu diketahui tanahnya termasuk dalam pembebasan lahan untuk mega proyek Simpang Lima Gumul (SLG).

Kepala Desa (Kades) Sumberjo Dwi Santosa menjelaskan, tanah warga dan tanah bengkok desa termasuk dalam pembebasan lahan mega proyek SLG yang ada didalam Peta blok Desa.

“Titik koordinat masuk Desa Sumberejo, terkait lahan kosong depan minimarket diarea Simpang Lima Gumul adalah milik perorangan, mengacu pada SPPT tahun 2020, pihak Desa hanya mengetahui masih atas nama warga, dan Gumul Paradise Island,” jelas Dwi.

Dan sekitarnya, lanjut Dwi, adalah milik swasta yang tercatat dalam dalam buku dinas Daftar Himpunan Ketetapan Pajak dan Pembayaran (DKHP). Tercatat dalam buku masih Atas PT Panorama Wisata Sejahtera.

“Entah pemiliknya siapa, saya tidak mengetahuinya. Kalau pihak Desa tidak tau menau, apakah itu aset desa atau bukan,” ujar Dwi.

Sementara, Kurais SH, Ketua umum LSM Gerak Indonesia meminta Ketua DPD Jatim LSM Gerak Indonesia, M Rifai, untuk mengumpulkan data atau melengkapi kembali penggalian informasi dilapangan.

“Dewan Pimpinan Pusat terus mengawal masalah ini sampai menemukan titik terangnya,” ujar Kurais saat ditemui dikantor DPP Pusat Gerak Indonesia di Ruko Citra Raya Bizlink Blok R.1 No.143 Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Kamis (28/1/2021).

Kurais mengaku mendapat informasi tertulis dari Ketua DPD Jatim LSM Gerak Indonesia. Dan dia akan memantau perkembangan kasus yang ada di Kediri Jawa Timur tersebut.

“Saya meminta untuk membuat surat permohonan keterbukaan informasi publik ke dinas-dinas terkait, dan bila dari kejaksaan kabupaten dan kejaksaan tinggi tidak ada tindakan, DPP LSM Gerak Indonesia akan melayangkan surat ke Kejagung untuk mendapatkan kepastian hukum,” kata Kurais menegaskan.

LSM Gerak Indonesia, lanjut Kurais, sangat mendukung Aksi dari pimpinan berbagai macam LSM yang tergabung dalam Aliansi Penegak Demokrasi (Bima Sakti). “Seperti yang sedang dilakukan dengan mendatangi kantor BPKAD Kabupaten Kediri, terkait Aset tanah di Simpang Lima Gumul,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Tomi Ari Wibowo Koordinator Penegak Demokrasi menjelaskan, aksi demo terhadap BPKAD Kabupaten Kediri kemarin bukan tanpa alasan, masyarakat menginginkan keterbukaan dan kejelasan aset daerah di SLG.

“Itu tanahnya yang mana saja, dengan lokasi yang sangat luas kepemilikan aset daerah kurang lebih hanya sekitar 15℅,” ungkap Tomi.

Dalam Aksi ke BPKAD Kabupaten Kediri, beberapa pimpinan dari berbagai LSM ada yang membawa seekor kambing warna putih yang sengaja dicat warna hitam.

“Ini menggambarkan, apabila masalah Simpang Lima Gumul terungkap, jangan ada yang mencoba mencari kambing hitam,” pungkas Tomi sambil tersenyum. (krs)

Advertisement