Connect with us

Daerah

Kepsek SDN 091484 Kecamatan Jorlang Hataran Diduga Menyalahgunakan Anggaran Dana Bos

Tayang

-

Oleh

Kepsek SDN 091484 Kecamatan Jorlang Hataran Diduga Menyalahgunakan Anggaran Dana Bos

CEKLISDUA.CO – Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Nomor 091484 Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumut, Esra Simanjuntak, diduga melakukan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).

Hal itu dikatakan, Jahotman Sagala selaku Tim Investigasi Dari Lembaga Komnas Tipikor Independent Kabupaten Simalungun kepada Ceklisdua.co setelah melakukan investigasi ke lokasi sekolah, Jumat (23/4/2021).

Jahotman mengatakan dirinya turun kelapangan untuk memantau keadaan Sekolah yang diterima berdasarkan laporan masyarakat yang selalu berpesan agar datang melihat kondisi sekolah yang cukup mengerikan.

“Sayangnya Kepsek Esra Simanjuntak dan pegawainya tidak ada di Sekolahnya meski masih jam kerja dinas, sehingga hasil investigasi di Sekolah tidak bisa langsung dipertanyakan,” katanya.

Dikatakan Jahotman, dari hasil investigasi yakni kursi belajar siswa didalam ruangan kelas terbuat dari plastik, lantai ruangan belajar keropos, dan pintu sekolah mulai busuk. Selain itu lanjut Sagala, jendela ruangan kelas tidak memiliki daun jendela atau jerajak dapat membuat manusia yang tidak berurusan bebas masuk keruangan sekolah.

“Sangat prihatin melihat kondisi sekolah, padahal Pemerintah Pusat sudah bertahun-tahun mengkucurkan dana BOS yang tujuannya sebahagian bisa dipergunakan untuk Anggaran Perawatan Sekolah. Kalau seperti itu kondisinya, Dana BOS selama ini dikemanakan,” tegasnya.

Sehubungan dengan Kepsek yang tidak Ada ditempat, maka wartawan langsung menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun melalui Kepala Bidang (Kabid) SD JanuLingga Damanik melalui telepon Seluler.

Kabid SD mengatakan bahwa kursi plastik didalam ruangan kelas siswa tidak masalah. “Ia bisa saja, gak afa masalah,” jawabnya ketika dikonfirmasi tentang adanya kursi murid untuk belajar di kelas terbuat dari kursi plastik.

Ketika diberitahu tentang daun jendela yang tidak ada, daun pintu yang sudah kropos, dan lantai yang sudah berlubang, Kabid SD tersontak diam dan mengharapkan agar nama sekolah dan nama kepala sekolahnya dikirim melalui whatsapp, “Udah udah bapa WA kan saja nama sekolah nya biar saya telepon kepalanya,” jawabnya.

Namun setelah dikirim nama sekolahnya serta nama kepseknya, Kabid SD tidak bersedia lagi dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Salah satu warga ditemui Dilokasi sekolah menceritakan bahwa sebelumnya atap gypsum ruangan belajar Siswa pernah jatuh. “Rusak semua atapnya, bahkan pernah jatuh saat pembelajaran sekolah aktif,” ujarnya.

Advertisement