Connect with us

Kriminal

Keluarga Minta Pelaku Korban Pembunuh Tukang Sayur di Hukum Mati

Tayang

-

Oleh

Keluarga Minta Pelaku Korban Pembunuh Tukang Sayur di Hukum Mati

KAB SERANG – Keluarga perempuan penjual sayur warga kampung Bojong Desa Bakung Kecamatan Cikande Kabupaten Serang, korban pembunuhan yang terjadi pada Selasa, (9/2/2021) Kemarin, yang dilakukan oleh (A), angkat bicara kepada awak Media.

Sebelumnya diberitakan, korban (M) di cekik lehernya sebanyak 5x oleh pelaku pada saat korban akan berjualan Sayur, saat ini kasus tersebut di tangani oleh Satreskrim Polres Serang.

Suami Korban yaitu (S) dan adik korban (R) mengatakan, sampai saat ini pihak keluarga tidak percaya akan terjadi peristiwa itu, keluarga pun mengaku tidak mempunyai firasat apa pun terhadap korban yang sehari-harinya berjualan sayur.

“Kami gak percaya akan terjadi seperti ini, Istri saya jualan sayur bukan setahun atau dua tahun lamanya namanya juga dikampung sendiri gak bakalan curiga ada kaya begitu, Pokoknya Bolak balik dijalan itu kami pun gak kenal dengan pelaku,” ujar suami korban, Minggu (14/2/2021).

“Seperti biasa saja, pada saat sebelum kejadian Istri saya berangkat jualan sayur pagi, karna sudah terbiasa kami pun biasa saja, tidak lama kemudian ada yang ngebel ke anak saya katanya ada Motor dan sandal istri tapi orangnya tidak ada, pas kami kesana di lihat motor dan sandalnya ada tapi orangnya tidak ada, ketemu-ketemu sekitar jam 06.00 WIB, Kami ingin pelaku di hukum Mati atau dikebiri,” sambungnya.

Sementara itu, (R) Adik Korban mengatakan, bahwa korban yang merupakan kakaknya yang nomor dua. Dia berharap kepada pihak terkait untuk mengamankan dan menertibkan tempat tersebut. Juga memperhatikan kondisi jalan wilayah tersebut.

“Kengininan saya biar aman dan tertib, disitukan ada tempat orang minum-minuman dan ada cewe-cewe malam, keinginan saya tolong diamanin atau ditertibkan, jalan juga begitu pokoknya bukan seperti jalan rusak begitu hancur di samping-sampingnya juga kaya hutan begitu,” pintanya.

Saat ini, lanjutnya, jalan itu jarang dilalui orang, sebab kondisinya sangat menakutkan setelah kejadian yang menimpa kakaknya.

“Jarang orang masuk ke jalan itu yang ditakutkan kejadian seperti almarhum kakak saya, saya sebagai adik kandungnya ingin pelaku di hukum mati atau seumur hidup, Kalo dikebiri nanti keluar dari penjara takutnya begitu lagi,” harapnya. (AA)

Advertisement