Connect with us

Megapolitan

Kecelakaan Kerja di PT Prima Jaya Multicon, 1 Orang Tewas

Tayang

-

Oleh

Kecelakaan Kerja di PT Prima Jaya Multicon, 1 Orang Tewas

CEKLISDUA.CO – Kecelakaan kerja terjadi didalam sebuah pabrik industri bata ringan PT. Prima Jaya Multicon yang beralamat di Jl. Raya Cikande – Rangkasbitung KM 17, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Selasa kemarin (02/03/2021)

Kejadian itu mengakibatkan dua pekerjanya menjadi korban yakni, AR karyawan pada bagian mesin Packing Plant 2 akhirnya meninggal dunia, sedangkan AL mengalami luka serius dibagian dada juga tangan kanannya.

Kecelakaan kerja itu diketahui terjadi siang hari, disaat semua pekerja termasuk korban awalnya sedang melakukan aktivitas masing-masing. Seperti dikatakan salah seorang saksi mata di tempat kejadian tersebut. Saat itu tiba-tiba terdengar suara keras seperti barang jatuh dan ambruk sehingga pada waktu itu sempat membuat kaget pekerja lainnya.

“Brakkk…, rupanya ada tumpukan hebel yang terlepas putus dari mesin pengangkut itu ambruk dan akhirnya menimpa dua orang rekan kami dibawah, hingga salahsatunya meninggal dunia,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (03/02/2021).

Saksi menambahkan, kondisi AR salah seorang korban tewas dijelaskannya saat itu terlihat sangat mengenaskan karena kepalanya tertimpa batu hebel, lain dengan AL yang kini masih dirawat di RSUD Aji Darmo Lebak, Banten.

“Sedangkan AL yang mengalami luka memar pada bagian dada sebelah kanan dan tangan sebelah kanan informasi dari HRD yang mengantar, masih dirawat di RSUD Lebak,” tambahnya.

Sementara itu disampaikan Ade, warga sekitar mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian tersebut, apalagi diketahuinya bahwa, PT. Prima Jaya Multicon pabrik yang bergerak pada bidang Multicon dan Multibond Autoclave Aerated Concrete (AAC) Block Industry (Industri Bata Ringan), Semen Instan Perekat Bata Ringan tersebut terhadap karyawannya diduga tidak mengikuti aturan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Padahal status karyawan sudah menjadi karyawan kontrak, namun BPJS nya belum diberikan. Selain itu, di slip gaji tertera di berikan susu kaleng, namun susu tersebut tidak di diterima oleh karyawan,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Ade, terkadang perusahaan itu membuat aturan sendiri, seperti Slip gaji karyawan tertulis adanya beban sejumlah biaya kepada karyawannya, terlebih soal penerapan di K3.

“Pada slip gaji ditulis biaya potongan Rp. 1000,- itu tidak jelas, selain itu pihak perusahaan jelas tidak menerapkan Safety First untuk karyawannya. Padahal disana sudah jelas bahwa karyawannya bersentuhan langsung dengan banyak debu yang seharusnya ada buat penetralisir debu yang masuk ke dalam tubuh, begitu juga helm sudah ada di sediakan, namun di pakai bergantian,” pungkasnya.

Penulis: Sn Adhi
Editor: Ali Aa
Sumber: Ceklisdua.co

Advertisement