Connect with us

Regional

Kasek SMP Negeri 2 Hatonduhan Diduga Mark Up Dana BOS Tahun 2020

Andironal Sinaga

Tayang

-

Kasek SMP Negeri 2 Hatonduhan Diduga Mark Up Dana BOS Tahun 2020

CEKLISDUA.CO – Kepala sekolah (Kasek) SMP Negeri 2 Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dalam mengelola anggaran Bantuan Operasional Siswa (BOS) tahun anggaran 2020 diduga telah melakukan penggelembungan.

Hal itu disampaikan Ricardo Lumbanraja selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Media LSM Tipikor Indinesia kepada Ceklisdua.co, pada Rabu (29/4/2021).

Ricardo mengatakan dalam laporan penggunaan dana BOS tahun 2020, sang Kasek SMP N 2 Hatonduhan bernama J. Sitanggang hanya menyampaikan laporan 2 tahap yakni tahap 1 (satu) dan tahap dua. Seharusnya, sesuai dengan tahapan pencairan dana sang kasek harus membuat laporan sebanyak 3 (tiga) tahap ang menurutnyapada tahun 2020.

Dalam laporan yang disampaikan, lanjut Kardo, Kasek diduga melakukan penggelembungan anggaran, seperti pada pos pengeluaran langganan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasarana, dan pembayaran honor.

Baca juga: Aneh! Kepala SMP Negeri 1 Tanah Jawa, Simalungun Sulit Dikonfirmasi Perihal Dana BOS

Diterangkannya, dalam laporan pos anggaran layanan daya dan jasa, pada tahap pertama sebanyak Rp14. 300.000 dan tahap kedua Rp11.100.000 yang di duga digelembungkan oleh Kasek.
Kemudian pemeliharaan sarana dan pra sarana sekolah pada tahap pertama senilai Rp18.382.000, dan tahap kedua sebanyak Rp63.588.000.

“Ironisnya, laporan tahap kedua, kasek membuat laporan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Ada pos yang tidak masuk akal dan Angkanya luar biasa mengingat sistem pembelajaran yang berlangsung tidak tatap muka karena pandemi Covid-19,” terangnya.

Selain itu, pembayaran honor yang dicantumkan pada laporan tahap pertama senilai Rp12.460.000, dan tahap kedua sebanyak Rp11.400.000. Bagaimana realisasinya, dan berapa jumlah guru honorer harus dijelaskan.

“Dinas pendidikan harus selektif mengevaluasi penggunaan dana BOS, demi pencegahan Korupsi,” harapnya.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Hatonduhan J. Sitanggang tidak berhasil ditemui disekolah. Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak memberikan tanggapan.