Connect with us

Daerah

Ini Pandangan Muspida Aceh Timur Dalam Rapat Evaluasi Prokes

Tayang

-

Oleh

Ini Pandangan Muspida Aceh Timur Dalam Rapat Evaluasi Prokes

CEKLISDUA.CO – Dalam mendirikan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa masing-masing harus efektif, jangan hanya formalitas dan jangan hanya sebagai syarat saja. Setelah dilaksanakan organisasi, dan pelaksanaan kegiatan harus menunjang pembatasan kegiatan yang ada di masyarakat, guna mencegah dan mengantisipasi Clash terbaru menjalarnya Covid-19.

Demikian disampaikan Bupati Aceh Timur H. Hasballah H. M Thaeb, dalam memberikan arahannya dalam Rapat Evaluasi Protokol Kesehatan dan PPKM, dengan sejumlah pimpinan Muspida Aceh Timur, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, bertempat di Pendopo Aceh Timur, Jln. Peutuah Husein, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, pada hari Kamis (06/05/2021) kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0104/Atim Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, dan diikuti ± 20 orang diantaranya para Asisten Setdakab Aceh Timur, para Kepala Organisasi Pegawai Daerah (OPD) dalam Kabupaten Aceh Timur, para Muspika dalam Kabupaten Aceh Timur.

“Pos harus dimulai dari pos tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten harapannya kerjasama dari instansi terkait seperti TNI, Polri dan unsur dinas terkait untuk membantu terlaksananya posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ada di wilayah kabupaten Aceh Timur,” ujar Bupati Aceh Timur.

Lanjutnya, libatkan media (wartawan) ke dalam pokja, guna ikut memantau pemberlakuan PPKM Mikro di tingkat Desa/Kecamatan dan Kabupaten, dengan adanya kerjasama dengan stakeholder yang ada Insya Allah, akan menghambat penyebaran virus Covid-19 yang ada saat ini.

Sementara, Kapolres Aceh Timur mengatakan menjelang Hari Raya Idul Fitri mari kita antisipasi PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari jalur pesisir tidak hanya kerja antara TNI dan Polri serta unsur terkait untuk mengantisipasi masuknya pekerja migran Indonesia di wilayah Kabupaten Aceh Timur untuk itu harapannya bisa disampaikan kepada Camat Geuchik hingga ke masyarakat untuk mengantisipasi masuknya pekerja migran Indonesia yang tidak sesuai dengan prosedur membawa Cluster baru penyebaran covid-19 di tempat kita ini.

Kapolres juga menjelaskan, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, sudah dimulai Operasi Ketupat dengan sasaran utama adalah larangan mudik.

“Mari bersama-sama kita perketat arus keluar masuk pendatang agar bisa dihindari puncaknya pemudik di lebaran yang sudah di depan mata, karena tujuan dilarang mudik merupakan suatu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sekarang tidak tambah hilang tapi tambah banyak yang ada di wilayah tempat kita saat ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Dandim 0104/Atim juga menambahkan bahwa, kita harus paham dulu apa itu PPKM, secara Nasional ini sudah tahap ke 5, Tahap 1,2 dan 3 Aceh aman, masuk ke tahap ke 4 dan 5 Aceh masuk dalam pemberlakuan PPKM seiring dengan berkembangnya penyebaran Covid-19.

“Marilah kita sama-sama bekerjasama dan bahu-membahu untuk mengantisipasi segala bentuk penyebaran covid-19 yang ada di Kabupaten Aceh Timur ini dengan cara yang jelas semua udah disampaikan tata cara dan pencegahan covid 19 saat ini,” ajaknya.

Dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lanjut Dandim, saat ini berlaku zonasi Desa, jadi sangat setuju apa yang disampaikan oleh pak Bupati agar pengawasan PPKM dimulai dari tingkat kabupaten sampai Desa agar apa yang kita canangkan dan kita laksanakan sama-sama bisa menghasilkan secara maksimal. Tentang Kita mengantisipasi dan meminimalisir adanya penyebaran covid-19 yang ada di tempat kita saat ini dan bisa juga harapannya dapat hilang di daerah dan tempat kita saat ini.

Usai pelaksanaan Rapat Evaluasi, unsur Muspida Aceh Timur Kepala OPD terkait melanjutkan pengecekan Pos Pengamanan Hari lebaran dan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa-Desa wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Advertisement