Connect with us

Kriminal

Emak-Emak : Wali Kota Tangerang Hanya Mau Menemui Warga Saat Membutuhkan Suara dalam Pilkada Saja

Eful SA

Tayang

-

Laporan

emak-emak : wali kota tangerang hanya mau menemui warga saat membutuhkan suara dalam pilkada saja

KOTA TANGERANG – Kantor Wali Kota Tangerang didatangi kaum emak-emak yang berasal dari Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Mereka adalah korban gusuran Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta, pada Selasa kemarin (15/12/2020).

Kaum emak-emak yang datang bersama anak-anaknya itu melakukan aksi unjuk rasa dengan diwarnai isak tangis, sontak, para petugas Satpol PP dan aparat kepolisan yang berjaga pun dibuat kewalahan.

Emak-emak ini memaksa masuk untuk bertemu Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah untuk menyampaikan tuntutan mereka, namun sejumlah aparat menghadang mereka.

Aksi demo emak-emak ini sempat diwarnai adu mulut dengan aparat keamanan hingga terjadi kericuhan di lobi gedung Pemkot Tangerang.

Untuk diketahui, sebelumnya emak-emak tersebut sempat melakukan orasi dan menyindir Wali Kota Tangerang yang tidak pernah menemui warga korban gusuran Tol JORR II.

Mereka pun menyindir Wali Kota Tangerang hanya mau menemui warga saat membutuhkan suara dalam Pilkada saja.

“Jangan datang saat mau pemilihan saja, tapi ketika kami mengadu, bapak Wali Kota tidak mau menemui kita,” ujar seorang warga dalam aksi tersebut, dikutip dari wartakota.tribunnews.com.

Dirinya menyebutkan kalau kasus tersebut sudah lama dan diketahui puluhan rumah warga dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Klas 1 A Tangerang sejak tanggal 1 September 2020 lalu.

Mereka berharap Wali Kota Tangerang turut andil dalam menyelesaikan permasalahan ini.

“Kasus kami sudah terlalu lama, seharusnya bapak harus andil ketika kami ada masalah. Bapak jangan tutup telinga, tutup mata,” ucapnya.

Emak-emak ini juga mengancam akan melakukan aksi di rumah Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, jika Wali Kota tidak bisa menemui warga.

Sementara Aktivis Sosial Kota Tangerang, Saipul Basri, mengatakan, pihaknya akan bertahan sampai hari Jumat 18 Desember 2020 mendatang.

Mereka juga telah membangun posko kemanusiaan untuk warga menginap.

“Aksi ini akan terus berlanjut dari tanggal 14 sampai 18 Desember, kami akan bertahan sampai ketemu Wali Kota. Namun apabila Wali Kota menemui hari ini kemungkinan besar akan bubar,” kata pria yang kerap disapa Marsel itu.

Unggahan IG Wali Kota Tangerang diduga dihapus

Sebelumnya juga, unggahan Kegiatan Walikota Tangerang hilang di Media Sosial Instagram, diduga dihapus admin setelah diserbu komentar warga net terkait permintaan untuk menemui masa aksi unjuk rasa di Pusat Pemerintah Kota Tangerang.

Unggahan di Akun IG Arief Wismansyah menerangkan bahwa dirinya sedang dalam acara penandatanganan Rencana Penilaian Maturitas (RPM) SPIP yang berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Kota Tangerang.

“Hari ini Saya menghadiri acara penandatangan Rencana Penilaian Maturitas (RPM) SPIP tahun 2020 di aula Kantor Inspektorat Kota Tangerang.” Kutip keterangan pada Unggahan foto IG Arief Wismansyah.

Unggahan tersebut pun diserbu ragam komentar warga net yang meminta Walikota segera menemui Warga Jurumudi yang sedang berdemonstrasi di dalam aula Puspemkot Tangerang.

“Pak Keluar Kami menunggu,” salahsatu Komentar yang diunggah Michellehrm.

Dalam pantauan ceklisdua.co, unggahan foto tersebut hilang di akun IG Arief Wismansyah yang memiliki slogan Walikota Jaman Now dan Membangun Kota atas dasar Cinta. Sekitar pukul 15:20 wib, Selasa (15/12/2020).

Namun diunggahan foto yang berbeda, warga net pun masih mengomentari agar walikota tidak bersembunyi dan berharap mau menemui masa aksi di Puspemkot.

“Pak @ariefwismansyah mending liat warganya dulu yang dari kemaren dipemkot nunggu bapak!! Kita hanya ingin ketemu bicara cari solusi agar rumah kita segera terselesaikan!!!!,” Kutip komentar akun IG pusspa septiani.