Connect with us

Seputar Banten

Disebut Ada Pengeroyokan Saat Rapat Khusus, Kuasa Hukum KSP PUM : Tidak Benar dan Itu Hoax

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Disebut Ada Pengeroyokan Saat Rapat Khusus, Kuasa Hukum KSP PUM

CEKLISDUA.CO – Kuasa Hukum Koperasi Simpan Pinjam Pelangi Usaha Muda (KSP) PUM, M Ali SH MH, membantah berita yang beredar terkait adanya peristiwa pengeroyokan pada seorang pengacara Fikrii SH saat berlangsungnya Rapat Khusus Restrukturisasi KSP PUM pada Rabu 24 Februari 2021.

Menurut M Ali, Rapat yang dilakukan secara terbatas di restoran Remaja Kuring tersebut memang sempat ricuh namun dia menegaskan tidak ada pengeroyokan.

“Tak ada yang namanya pengeroyokan, hoax itu, ini hanya spontanitas anggota saja. Mereka menganggap saudara Fikri bertindak arogan karena menggebrak meja saat berbicara,” jelasnya saat ditemui di Kantornya Law Firm Moehammad Ali & Partners, Kamis (25/2/2021).

“Kalo dikeroyok tentu babak belurlah, karena didalam rapat itu kan ada sekitar 30 orang anggota KSP PUM,pasti wajahnya sudah gak karuan lagi kalo dikeroyok,” jelasnya santai melanjutkan.

Ali yang berprofesi sebagai Lawyer dan Anggota KSP PUM ini sangat menyayangkan persoalan tersebut jadi melebar.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, sebenarnya rapat itu dilakukan untuk pergantian ketua dan pengurus, hanya untuk anggota. Jadi sebenarnya Rifki itu bukan Kuasa Hukum KSP PUM seperti yang diberitakan.

“Sayalah yang Kuasa hukum KSP PUM. Saat Rapat berlangsung saya tidak bertindak sebagai Kuasa Hukum tetapi bertindak sebagai moderator saja. Entah kenapa dan siapa yang mengundang, saudara Fikri datang dan memperkenalkan diri sebagai kuasa hukum ketua lama Khodri Butar,” jelas dia.

Dalam rapat itu, akhirnya Fikri ikut berbicara dan sempat memanas hingga menggebrak meja. “Ya, spontan sebagai tuan rumah para anggota KSP PUM tersinggung, tapi hanya ribut mulut dan selebihnya dipisah, bukan dikeroyok, itu dipisah.” tegas Ali.

Baca juga: Kuasa Hukum Mantan Karyawan Kembali Adukan Eksekutif Direktur PT PWI 1 ke Instansi Pemerintah di Banten

Tetapi dengan bijak Pengacara muda ini mempersilahkan Rifki untuk menempuh jalur hukum. Menurutnya, itu adalah hak setiap warga negara. Namun sebagai orang yang berpendidikan, kata Ali, seharusnya Fikri lebih bisa menahan emosi dan tak memperkeruh keadaan.

“Ya silahkan saja jika mau menempuh jalur hukum, Pengacara itu profesi terhormat pasti ada tempatnya sendiri untuk berdebat membela klien yaitu di Pengadilan,” kata nya.

Sementara, M Zaini yang namanya disebut-sebut dalam pemberitaan sebagai Ketua Baru, membantah keras berita yang beredar di beberapa media online tersebut.

“Saya ini anggota bukan ketua, Rapat kemaren itu restrukturisasi. Saat rapat disepakati Ketua lama Khodri Butar diberhentikan dengan hormat dan digantikan oleh Yusman Efendi sebagai ketua baru. Jadi bukan saya, narasi berita yang beredar itu salah,” ujarnya.

Senada dengan Ali, Zaini juga mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan hasil rapat anggota.

“Terkait hasil rapat, seyogyanya jika tidak puas lakukan dengan cara-cara santun dan elegan. Jangan gebrak gebrak meja dan melakukan kekerasan verbal,” tutupnya. (Lubis)