Connect with us

Regional

Diduga Mencuri, Seorang Bocah Perempuan Disekap hampir 6 Jam di Sebuah Gudang Minimarket

Ricardo Gultom

Tayang

-

Laporan

Diduga Mencuri, Seorang Bocah Perempuan Disekap hampir 6 Jam di Sebuah Gudang Minimarket

CEKLISDUA.CO – Seorang bocah perempuan siswi Sekolah Dasar disekap kurang lebih 6 jam lamanya di salah satu gudang Minimarket diwilayah Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, lantaran diduga melakukan pencurian sebuah boneka di Minimarket tersebut.

Menurut keterangan orang tua korban LM yang di sampaikan berdasarkan pengakuan putrinya ML, kejadian penyekapan berlangsung pada Jumat (05/03/2021) lalu, mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Bermula ketika putrinya ML seperti biasa pergi ke sekolah menghantarkan tugas-tugas sekolah, setelah pulang dari sekolah putrinya menaiki becak menuju pekan/pasar tanah jawa tempat angkutan umum menuju rumah orang tuanya. Sembari menunggu angkutan menuju kampungnya, Melati hendak membeli jajanan yang berada di depan toko Minimarket tersebut.

Saat menunggu jajanan dibungkus, pandangan ML tertuju pada sebuah boneka yang berada didalam Minimarket tersebut. Penasaran, ML coba masuk kedalam toko, setelah melihat boneka rasa ingin memiliki pun sangatlah besar.

“Oleh karena begitu sangat menyukai boneka tersebut, namanya naluri kekanak kanakan ditambah tak mengerti hukum, dia mengambil Boneka tersebut dan memasukkan kedalam tas miliknya,” ujar LM orang tua ML.

Pegawai salah satu di Minimarket merasa curiga dan mencoba mendekati, namun korban berusaha lari karena merasa ketakutan. melihatnya korban berlari, irfan salah satu penjaga toko menangkapnya, selanjutnya, dia dan rekannya, Indah, membuka tas milik korban.

Melihat ada sebuah boneka kedua karyawan tersebut langsung coba mendorong korban kesebuah ruangan diduga gudang karena penuh dengan karton-karton bekas.

“Kakak sama abang itu memegang tanganku, lalu kakak itu mendorong dorongku ke sebuah ruangan sambil berkata, masuk masuk sana masuk, disana aku ditinggal sendirian, tas ku ditahan kakak itu makanya aku kehausan gak minum sampe sore. Buku ku juga diperiksain mereka dan mengoyaknya, aku juga ditanyai tapi gak ku jawab karna sudah takut kali,” ungkap LM menirukan pengakuan putrinya sembari terharu membayangkan rasa ketakutan yang dialami oleh putrinya.

Baca juga: Polsek Tanah Jawa Ringkus Pelaku Penjual Permainan Judi Jenis KIM Hongkong

Sementara itu, Ibu dari korban udah mulai resah dan takut, karena hingga pukul 14.00 WIB, putrinya tak kunjung pulang sehingga coba menghubungi ayah korban dan memberitahukan putri mereka belum juga pulang kerumah.

Kawatir dengan keadaan putrinya, LM coba menghubungi pihak sekolah namun informasinya sudah pulang. Bercampur kawatir dan rasa berdebar, ayah anak tersebut menghubungi rekan rekannya di Tanah Jawa, untuk menyisir semua lokasi setiap angkutan di periksa, sempat juga membuka CCTV beberapa toko diareal pekan / pasar Tanah Jawa, hingga pukul 180.0 WIB pencarian tak berhasil.

Tiba tiba telepon genggam milik LM berdering, dan ternyata istrinya memberi kabar bahwa putri mereka sudah pulang. Ayah korban beranjak pulang dan sesampai dirumah dilihatnya ada karyawan took Minimarket.

Mendengar cerita karyawan tersebut darah tinggi LM memuncak karena merasa sedih, batinnya tidak terima, karena hanya sebuah boneka kecil anaknya harus ditahan hingga 6 jam.

Sehingga dia berniat menghantam kedua karyawan Minimarket tersebut, namun niat diurungkan karena dia melihat mental anaknya sedang drop, bahkan dia rela membayar boneka tersebut agar bisa memulihkan ketraumaan putrinya.

Waktu berjalan satu minggu, namun sepertinya kejiwaan putrinya tidak seperti biasanya. ML yang biasanya periang namun belakangan ini makin pendiam.

“Sekarang dia gak mau lagi jumpa dengan teman temannya, beribadah ke Gereja juga sudah tidak mau lagi sehinggga kami dan keluarga berniat membuat sebuah acara dalam adat batak disebut Paulak Tondi,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Ayah ML bersama Keluarga mencoba mengajak pihak perusahaan untuk berkoordinasi terkait keadaan korban, yang dimediasi oleh Bhabinkamtibmas Bripka J Tampubolon. Namun, sepertinya pihak perusahaan lepas tangan sehingga dalam hal ini keluarga korban merasa sangat kecewa dan akan membuat pengaduan ke Polres Simalungun.

Editor: Eful SA