Connect with us

Regional

Diduga Kena Jebakan Babi, Warga Desa Tolouwi yang Hilang Ditemukan Tewas

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Warga Tolouwi yang Hilang Ditemukan Tewas

BIMA NTB – Warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Timur (NTB) ditemukan tidak bernyawa, sekitar pukul 08.00 Wita, Minggu (7/2/2021).

Korban yang diketahui bernama Mansyur (20), sebelumnya dinyatakan hilang. Dan kini ditemukan di perbukitan So Doro Sere Dusun Wane Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Bhabinkamtibmas Nurane menerangkan, awalnya Sabtu 6 Februari 2021, sekitar pukul 08.00 wita, korban berangkat dari Desa Tolouwi menggunakan sepeda motor menuju ke Dusun Wane untuk mencari rumput sebagai pakan ternak sapi.

Sampai di Dusun Wane, lanjut Bhabinkamtibmas, korban menyimpan sepeda motornya dipinggir jalan di depan kebun milik Yusuf alias Usu Baru. Korban menyabit rumput di kebun jagung milik Muhammad, setelah itu korban menyimpan satu karung rumput didekat sepeda motornya.

“Karena satu karung lagi belum penuh, korban kembali menyabit rumput dan berjalan ke arah kebun milik Ahmad Yasin alias Hama Ntembi. Setelah itu, korban tidak kembali lagi ketempat korban menyimpan sepeda motor,” katanya.

Lebih lanjut, Nurane menjelaskan, karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga berupaya mencari korban ke Dusun Wane. Sekitar pukul 16.00 wita, keluarga menemukan sepeda motor milik korban beserta satu karung rumput. Selanjutnya, keluarga korban dengan bantuan warga Desa Tolouwi dan Dusun Wane melakukan upaya pencarian.

“Pukul 23.00 wita, personil Polsek Monta yang dipimpin langsung Kapolsek Monta IPTU Takim, tiba di Dusun Wane dan melakukan upaya pencarian bersama warga disekitar kebun tempat korban menyabit rumput. Sampai pada hari minggu 7 februari 2021, sekitar pukul 01.30 Wita, korban belum berhasil di temukan dan pencarian korban dihentikan, kemudian dilanjutkan pada pagi hari,” tuturnya.

Pukul 07.00 wita, pencarian korban dilanjutkan kembali dengan menyisir kebun warga dan perbukitan yang berlokasi disekitar kebun jagung warga. Sekitar pukul 08.00 wita, korban berhasil ditemukan di wilayah di So Doro Sere Dusun Wane dalam keadaan tergeletak dan kondisi sudah tidak bernyawa dengan jarak sekitar 1,5 Km dari tempat ditemukannya sepeda motor korban.

“Pukul 09.30 wita, pemilik kebun jagung Ahmad Yasin alias Hama Ntembi (70), beralamat RT 10 Desa Tolouwi beserta istrinya yang bernama Salmah (65), dibawa menuju Polsek Monta oleh anggota Polsubsektor Wilamaci BRIPTU Lalu Andi Hidayat bersama Babinsa Desa Tolouwi SERTU Rifaid. Sementara pukul 10.30 wita, mayat korban di bawa menuju Puskesmas Monta dengan menggunakan Randis R4 Polsek Monta setelah mayat korban di evakuasi dari atas bukit oleh warga,” terangnya.

Selanjutnya, pukul 10.40 wita, Ahmad Yasin alias Hama Ntembi bersama Salmah (istri) dibawa ke Polres Bima oleh Tim Puma Polres Bima. Pukul 11.00 wita, mayat korban tiba di Puskesmas Monta dan selanjutnya dilakukan Visum Et Repertum (VER) terhadap mayat korban.

“Pukul 11.45 wita, jenazah korban dibawa menuju rumah duka di Desa Tolouwi,” katanya.
Nurane menambahkan, hasil interogasi terhadap Ahmad Yasin alias Hama Ntembi yaitu telah melihat korban tergeletak dan tersangkut kawat beraliran listrik yang tersambung langsung dengan listrik PLN di kebun jagung miliknya. Sengaja dipasang oleh dirinya untuk mengusir babi hutan. Saat kejadian, arus listrik pada kawat tersebut masih hidup.
Karena merasa ketakutan diketahui oleh orang lain terkait kejadian tersebut, mayat korban dipindahkan dengan cara memasukkan mayat korban ke dalam sarung. Kemudian mayat korban dipikul dan dibawanya menuju perbukitan yang berlokasi di So Doro Sere Dusun Wane dengan jarak sekitar 1,5 Km dari kebun jagung miliknya.
“Sekitar pukul 17.00 wita, Ahmad Yasin alias Ahmad Ntembi kembali ke rumahnya setelah menyimpan mayat korban di perbukitan,” jelasnya.

Kata Nurane, tidak menutup kemungkinan adanya pihak keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut dan melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Tetap melakukan pendekatan dan penggalangan terhadap pihak keluarga korban agar jangan melakukan tindakan main hakim sendiri dan tindakan yang dapat menimbulkan kerawanan Khamtibmas. Sementara situasi paska kejadian, masih terpantau aman dan terkendali,” pungkasnya. (BK)