Connect with us

Daerah

Di Gunung Malela, Bangunan Jamban SD Negeri Kompak Tidak Pakai Plank

Tayang

-

Oleh

Di Gunung Malela, Bangunan Jamban SD Negeri Kompak Tidak Pakai Plank

CEKLISDUA.CO – Pengelolaan pembangunan sejumlah bangunan jamban (kamar mandi) milik Sekolah Dasar(SD) Negeri di kecamatan Gunung Malela, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kompak tidak menggunakan plank proyek.

Hal itu sesuai dengan hasil amatan awak media saat melakukan penelusuran ke beberapa titik lokasi pembangunan jamban di kecamatan Gunung Malela, Selasa (23/2/2021).

Seperti di Nagori Pamatang Gajing, SD Negeri 096466. Bangunan jamban sudah berdiri dan hampir selesai, namun disekitar lokasi tidak terlihat plank proyek. Bahkan saat dipertanyakan kepada pekerja, mereka mengaku tidak mengetahui hal- hal yang dikonfirmasi.

“Aduh bang, pertanyaan abang salah sasaran. kami hanya pekerja,” akunya.

Bangunan Jamban SD Negeri Kompak Tidak Pakai Plank

Dilokasi lain, disatu lingkungan ditemukan juga kondisi yang sama yakni SD Negeri Nomor 091260, dan SD Negeri Nomor 091261 perkampungun bangun Serapuh, kecamatan Gunung Malela.

Tampak kegiatan pembangunan jamban sedang dikerjakan namun tidak menggunakan plank proyek. Salah satu warga, Yono, yang berdomisili di sekitar lokasi saat bertemu dengan awak media mengaku disuruh pemilik proyek untuk melihat pekerjaan.

“Saya kerja juga disekolah ini bang, dan disuruh pemilik proyek untuk menengok nengok proyek,” katanya.
Saat disinggung soal plank proyek yang belum dipasang, sesuai dengan amanah Undang Undang Pengadaan Barang, jasa dan konstruksi, Yono mengaku akan menjemputnya.

Ditempat terpisah, R Gultom, pengamat pembangunan mengatakan bahwa pihak pengelola pembangunan seharusnya memasang plank proyek kegiatan sebagaimana dengan amanah UU Pengadaan Barang Jasa Konstruksi.

Namun, lanjut Gultom, pada pembangunan Jamban di Gunung Malela Tidak ada ditemukan plank, dan tidak diketahui secara pasti apa yang melatar belakangi hal demikian.

“Diharap kepada rekanan agar memasang plank proyek, hal itu sebagai wujud keerbukaan informasi publik,” harapnya.

Reporter: Andironal S

Advertisement