Connect with us

Megapolitan

Belum Ada Titik Terang, Keluarga Korban Meninggal Karena Dugaan Malpraktek Minta Kejelasan Pihak RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung

Tayang

-

Oleh

Belum Ada Titik Terang, Keluarga Korban Meninggal Karena Dugaan Malpraktek Minta Kejelasan Pihak RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung


CEKLISDUA.CO – Kasus meninggalnya salah satu pasien RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung berinisial SS (52th), yang diduga dokter Malpraktek di RSUD tersebut telah salah memberikan obat melalui injeksi (infus) kepada pasien, belum menemui titik terang.

Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan lalu tepatnya Minggu 28 Februari 2021 lalu, di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung dan menjadi sorotan awak media.

Pihak keluarga korban dalam hal ini keluarga SS, yakni Heru mengatakan, bahwa keluarga masih menunggu kejelasan dari pihak rumah sakit, dengan asas dugaan kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit yang dilakukan dr Dina selaku dokter yang bertanggungjawab.

“Kasus ini sampai mengakibatkan kematian dan masih belum menemukan titik penyelesaian yang jelas, sebagai bentuk tanggungjawab dari pihak rumah sakit,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, bahwa sempat pihak rumah sakit datang hingga tiga kali kekediamannya pada hari kelima membawakan sejumlah uang sebagai lawatan atas meninggalnya ibunya.

“Ketika ditanya ini dari mana dan untuk apa ? pihak rumah sakit menjawab ini dari dr Dina sebagai ungkapan bela sungkawa sekaligus permintaan maaf kepada keluarga almarhumah,” terangnya.

Baca juga: Pengunjung Keluhkan Proses Pendaftaran di RS Swasta Lebak

Heru juga mengaku sempat menemui Kadiv Humas RSUD Dr. Adjidarmo, Budi, untuk menanyakan terkait dugaan kelalaian ini. Saat itu Budi menjawab bahwa ini merupakan resiko pengobatan.

Budi yang juga sempat di konfirmasi melalui pesan whatsaapnya, Rabu (24/3/2021), belum memberikan jawaban.

“Bantuan pengantaran jenazah dengan ambulance saja, kami tidak diberikan bahkan harus membayar sejumlah Rp. 250.000, padahal jaraknya dekat bahkan masih di dalam kota,” ujar Heru.

Sampai saat ini pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari pihak RSUD terkait dugaan kesalahan pemberian obat, sehingga mengakibatkan SS meninggal dunia, pihak keluarga juga berencana akan menuntut pihak RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung sesuai dengan aturan Hukum yang berlaku.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, saat hendak dikonfirmasi ceklisdua.co belum bisa ditemui, Jumat (26/3/2021), karena sedang berada diluar kantor.

Editor: Eful SA

Advertisement