Connect with us

Daerah

Aneh! Kepala SMP Negeri 1 Tanah Jawa, Simalungun Sulit Dikonfirmasi Perihal Dana BOS

Tayang

-

Oleh

Aneh! Kasek SMP Negeri 1 Tanah Jawa, Simalungun Sulit Dikonfirmasi Perihal Dana BOS
L. Simanjuntak Aktifis forum orang miskin saat dilokasi SMP Negeri 1 Tanah jawa, Simalungun, Sumut.

CEKLISDUA.CO – Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan, keterbukaan informasi publik, pejabat pemerintah terlebih kuasa pengguna anggaran (KPA) harus terbuka kepada publik sebagaimana dengan amanah Undang- undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Namun hal itu sepertinya belum terselenggara di satuan kependidikan SMP Negeri 1 Tanah jawa, kecamatan Tanah jawa, kabupaten Simalungun, Sumut. Pasalnya, sang Kasek bernama Togi tidak bersedia membalas Pesan WhatsApp wartawan ceklisdua.co selama dua pekan hingga berita ini diturunkan kemeja redaksi.

Awalnya, wartawan mendatangi sekolah pada Rabu, ( 07/ 4/ 2021) lalu dengan tujuan untuk melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah perihal penggunaan dana BOS tahun 2020 yang mana sistem pembelajaran yang berlangsung tidak tatap muka karena pandemi covid-19.

Setibanya di Sekolah, kru dihampiri salah satu pegawai dengan mengatakan bahwa Kasek tidak berada dikantor karena ada rapat. Selain itu, ibu guru yang mengaku sebagai PKS itu menganjurkan kru agar terlebih dahulu menghubungi sang Kepsek. ” Besok saja datang pak, karena bapa kepsek sedang rapat,” ketusnya tanpa memberitahu dimana lokasi rapatnya.

Atas saran ibu PKS kru menghubungi sang Kasek melalui telepon seluler, Namun tidak bersedia mengangkat telepon. Pesan WhatsApp yang dikirimpun tidak mendapat jawaban meski pesan yang dikirim terlihat sudah ceklis dua dan berwarna biru yang menandakan pesan sudah dibaca.

Sangat disayangkan sikap seorang pimpinan di lingkungan pendidikan yang sepertinya alergi untuk melakukan transparansi. ” Ini pertanda ada yang tidak beres dan perlu untuk di investigasi,” ungkap L. Simanjuntak aktifis Forum orang miskin, pada Selasa, (27/4/2021).

Dikatakannya, pada tahun 2020 lalu pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka.”Berapa jumlah siswa yang melakukan pembelajaran melalui Dalam Jaringan (daring), dan berapa jumlah siswa yang belajar melalui luar jaringan ( luring). dan bagaimana pos- pos pengeluaran seperti biaya honorium dan pos lainnya dalam penggunaan dana BOS pada tahun 2020? Semua itu harus dijelaskan pimpinan sekolah,” tegasnya.

Dirinya berharap pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun harus lebih selektif dalam melakukan monitoring ke setiap sekolah terkhusus kepada Kepsek SMP Negeri 1 Tanah jawa, karena dinilai ada kejanggalan,” ujarnya.