Connect with us

Nasional

Aduan Terbanyak dengan Terlapor Polisi, Komnas HAM Minta Kapolri Baru Perbaiki Internal Kepolisian

Ali AA

Tayang

-

Laporan

Aduan Terbanyak dengan Terlapor Polisi, Komnas HAM Minta Kapolri Baru Perbaiki Internal Kepolisian

JAKARTA – Kapolri terpilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM untuk menurunkan angka pengaduan dengan terlapor polisi.

Hal itu menurut Komnas HAM menjadi salah satu tugas Kapolri baru untuk memperbaiki internal kepolisian. ”Hampir setiap tahun polisi adalah lembaga yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM,” ujar Komisaris Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam diskusi daring, Jumat (22/1/2021).

Meskipun jumlahnya menurun, akan tetapi, lanjut Beka, aduan mengenai Polri tetap menjadi yang terbanyak dibanding institusi lain.

“Karena hampir setiap tahun angkanya itu jadi peringkat pertama terus. Meskipun angkanya terus menurun, tapi tetap saja dia ada di peringkat pertama sebagai institusi yang paling banyak diadukan,” kata Beka.

Dalam catatan akhir tahun kinerja Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) 2019 yang dirilis pada medio 2020, kepolisian menjadi lembaga yang paling banyak diadukan. Yaitu ada 744 aduan.

Berdasarkan catatan Komnas HAM, aduan mengenai proses hukum tidak sesuai prosedur mendominasi dengan 46,8 persen dari seluruh aduan kepada Polri. Lebih lanjut, ada 22,3 persen mengadu lambatnya penanganan kasus.
Permintaan kedua Komnas HAM adalah Sigit harus menuntaskan rekomendasi Komnas dalam kasus penembakan laskar FPI. Menurut Komnas, isu itu perlu diselesaikan terbuka supaya isu tidak menjadi liar.

Beka mengatakan sadar bahwa saat ini Listyo masih fokus melakukan konsolidasi internal. Akan tetapi, Ia meminta agar rekomendasi Komnas segera dijalankan.

Adapun empat rekomendasi Komnas HAM itu adalah memproses pidana petugas kepolisian yang menyebabkan empat orang Laskar FPI meninggal, penyelidikan terhadap dua mobil yang ditengarai ada dalam beberapa peristiwa saat kejadian, penyelidikan kepemilikan senjata api dan terakhir adalah proses pengadilan.

Beka mengatakan Listyo Sigit perlu cepat menyelesaikan kasus kematian Laskar FPI ini agar isu tidak melebar. “Kalau isu melebar ke mana-mana, kita lebih fokus ke isunya daripada substansinya,” kata dia. (tc)