Connect with us

Hukum

8 Bulan Surat Pengaduan Warga Desa Tobat Belum Ada Respon, Ketum Geram: DPRD Kabupaten Tangerang ‘Mandul’

Ahmad Solih Lubis

Tayang

-

8 Bulan Surat Pengaduan Warga Desa Tobat Belum Ada Respon, Ketum Geram : DPRD Kabupaten Tangerang ‘Mandul’

CEKLISDUA.CO – Ketua Umum (Ketum) Geram Banten Indonesia angkat bicara soal surat pengaduan warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang yang di tujukan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.

Surat pengaduan itu, terkait tanah bengkok milik Desa Tobat yang di jadikan sebagai lokasi pembangunan pasar tematik Sentiong Kecamatan Balaraja dengan nama Balaraja City Square, di lahan seluas kurang lebih 6,18 hektar yang di klaim sebagai asset Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja.

Surat Pengaduan Warga Desa Tobat

Diketahui sebelumnya, sudah delapan bulan lamanya surat pengaduan warga Desa Tobat belum mendapatkan respon dari Ketua DPRD Kabupaten Tangerang sebagai tindak lanjut dari surat pengaduan tersebut.

Ketua Umum Geram Banten Indonesia, H. Alamsyah, MK kepada ceklisdua.co menilai, lambatnya respon Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dalam menyikapi surat pengaduan warga Desa Tobat, Ia menganggap DPRD Kabupaten Tangerang ‘Mandul’ untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Kurang lebih delapan bulan surat pengaduan warga Desa Tobat tanpa respon, padahal ramai di kabarkan media bahwa ada gejolak di lapangan sampai terjadi pemasangan plang oleh warga Desa Tobat pada 12 November 2020 lalu, di lokasi lahan pembangunan pasar tematik,” kata Alamsyah, Senin, (8/3/2021).

“lalu apa fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang kalau merespon pengaduan dari warga saja lambat, sehingga sangat wajar kalau saya katakan DPRD Kabupaten Tangerang mandul untuk menyikapi persoalan ini,” ucap Alamsyah kepada ceklisdua.co.

Baca juga: Warga Desa Tobat Minta Ketua DPRD Tindak Lanjuti Surat Pengaduan yang Terkesan Terabaikan

Alamsyah menyampaikan, seperti yang di kabarkan media ini sebelumnya, Bahwa warga Desa Tobat pernah melayangkan surat pengaduan pada tanggal tanggal 2 Juli 2020 tepatnya sekitar delapan bulan lalu, di susul dengan surat ke dua permohonan audiensi pada 15 Oktober 2020 kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang melalui Sekretariat DPRD (Sekwan) Kabupaten Tangerang namun belum juga mendapatkan respon hingga saat ini.

“Rekan media. kan juga sudah melakukan konfirmasi ke Ketua DPRD Kabupaten Tangerang bahwa surat tersebut sudah di disposisi kepada komisi dua dan komisi satu, bahkan di cek kembali oleh rekan media bahwa komisi dua dan komisi satu belum menerima berkas disposisi seperti yang di informasikan oleh ketua DPRD Kabupaten Tangerang, di kemanakan surat pengaduan dan permohonan audiensi warga Desa Tobat tersebut,” katanya.

Alamsyah menambahkan, Dalam hal ini dirinya meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang untuk segera mungkin merespon dan menindaklanjuti surat pengaduan dan audiensi yang dilayangkan warga Desa Tobat.

“Persoalan ini harus di sikapi dengan serius apalagi informasi yang ada Warga Desa Tobat akan mengadakan aksi pengusiran kepada Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja dan pelaksana kegiatan proyek pembangunan pasar tematik PT Imperial Bangun Persada di lokasi yang diakui Desa Tobat sebagai tanah bengkok asset milik Desa Tobat,” tutupnya.

Penulis: Ahmad Solih Lbs
Editor: Ali AA
Sumber: Ceklisdua.co