Connect with us

Kriminal

2 Orang Ditangkap, Polda Banten Serius Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkoba

Tayang

-

Oleh

2 Orang Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Diamankan Ditresnarkoba Polda Banten
Ilustrasi. (ist)

CEKLISDUA.CO – Ditresnarkoba Polda Banten telah mengamankan sebanyak 239 tersangka kasus tindak pidana narkoba, dengan rincian Polda Banten sebanyak 35 tersangka dan Polres jajaran sebanyak 204 tersangka.

Hal itu menjadi bukti Ditresnarkoba Polda Banten terus bekerja keras maksimal dalam melakukan pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polda Banten.

Adapun jumlah ungkap kasus per Tanggal 19 s/d 20 Maret 2021 ialah sebanyak 2 orang tersangka dengan inisial JI dan DE. Dengan barang bukti Sabu 0,32 gr, Tramadol 360 butir dan Heximer 180 butir.

Kombes Pol Lutfi Martadian saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, membenarkan atas pengungkapan kasus tindak pidana narkoba tersebut.

“Iya benar, bahwa per tanggal 19 s/d 20 Maret 2021 Polda Banten bersama Polres jajaran melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 2 orang yaitu JI dan DE,” kata Lutfi, Sabtu (20/03/2021).

Dijelaskan Lutfi, adapun tempat kejadian perkara JI ialah Polres Cilegon dan DE Polres Serang Kota. Dengan jumlah barang bukti berupa Sabu sebanyak 0,32 gr, Tramadol sebanyak 360 butir dan Heximer sebanyak 180 butir.

“Narkoba merupakan musuh Negara, untuk itu kami dari Ditresnarkoba Polda Banten dan Polres jajaran akan bekerja keras dalam melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkoba di wilayah hukum Polda Banten,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba.

Menurutnya, narkoba merupakan musuh bersama, untuk itu pihaknya mengajak untuk menjaga lingkungan dari bahayanya peredaran narkoba ini.

“Buat seluruh masyarakat, bila mengetahui ada peredaran narkoba di wilayah masing-masing tolong agar dilaporkan ke Bhabinkamtibmasnya atau Polsek terdekat,” imbaunya.

“Karena narkoba ini sangat berbahaya, bisa merusak generasi penerus bangsa,” tambah Edy Sumardi menutup.

Editor: Ali AA